Karena Data, Komisi IX DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Karena Data, Komisi IX DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
UANG | 18 Februari 2020 12:51 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bantuan Iuran (PBI). Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja gabungan antara Komisi II, VIII, IX dan XI dengan pemerintah serta BPJS Kesehatan.

"Kami komisi IX berpegang teguh untuk membatalkan kenaikan PBPU dan PBI," katanya di Ruang Rapat Pansus B, DPR RI, Jakarta, Selasa (18/2).

Dia mengemukakan salah satu alasan harus dibatalkannya kenaikan iuran BPJS kesehatan tersebut dikarenakan pembersihan (cleansing)data belum selesai. Sehingga, sangat tidak tepat jika pemerintah menaikan iuran sementara proses pembersihannya belum beres.

"Sebelum ada pembersihan data, Kemensos cleansing data belum selesai. Kami komisi IX berpegang teguh untuk membatalkan (kenaikan iuran BPJS Kesehatan)," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Daftar Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

iuran bpjs kesehatan

Seperti diketahui, iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa per bulan. Besaran iuran ini juga berlaku bagi peserta yang didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD). Iuran PBI dibayar penuh oleh APBN, sedangkan peserta didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD) dibayar penuh oleh APBD.

Sementara, Peserta Bukan Penerima Upah PBPU atau Peserta Mandiri untuk kelas 3 naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa per bulan. Kemudian Kelas 2 naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa per bulan dan Kelas 1 naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa per bulan.

(mdk/bim)

Baca juga:
Ini Deretan Kenaikan Tarif di 100 Hari Kerja Presiden Jokowi
Demo Gedung DPRD Sumut, Ratusan Buruh Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Iuran BPJS
Iuran BPJS Tetap Naik, Anggota Komisi IX Nilai Pemerintah Tidak Pro Rakyat Kecil
Perjuangan Menkes Agar Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Hingga 'Lempar Handuk Putih'
Polemik Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Hingga Buat Menkes Terawan Bingung
Menteri Terawan Ibaratkan Masalah BPJS Kesehatan dengan Terapi Penyakit
Iuran Naik, 752.000 Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami