Kartu Prakerja Tak Lagi Jadi Bansos, Dana Didapat Fokus untuk Peningkatan Skill

Kartu Prakerja Tak Lagi Jadi Bansos, Dana Didapat Fokus untuk Peningkatan Skill
Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 1 Juli 2022 17:26 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait mulai mempersiapkan skema normal atau pelaksanaan secara offline untuk program Kartu Prakerja.

"Fokus utama skema normal bukan lagi pada bantuan sosialnya seperti yang dijalankan sebelumnya, tapi akan fokus kepada peningkatan skill (ketrampilan) penerimanya," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja dikutip dari Antara, Jumat (1/7).

Kendati biaya pelatihan akan menjadi lebih besar dan pelatihan dapat dilakukan secara offline dan online, namun lanjut Rudy, pelaksanaan Kartu Prakerja akan lebih mendorong pelatihan offline. Skema normal berfokus pada peningkatan ketrampilan penerima dan bukan lagi semi bansos, di mana bantuan biaya pelatihan akan lebih besar dari insentif yang diberikan.

Melalui Program Kartu Prakerja dengan skema normal, pemerintah mendorong pelatihan-pelatihan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pelatihan juga dapat dilakukan secara offline, online, dan hybrid.

"Selama dua tahun program ini berjalan, Kartu Prakerja telah sukses dijalankan dengan baik. Tentunya dengan kesuksesannya, harapan yang sangat tinggi juga diemban untuk keberlanjutan ke depannya," tutur Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menambahkan.

2 dari 2 halaman

Dampak Kartu Prakerja

Kartu Prakerja terbukti memberikan dampak positif bagi penerima manfaat program dan dinilai mampu mentransformasi postur pasar kerja di Indonesia.

Berbagai hasil survei evaluasi dan riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei eksternal maupun lembaga luar negeri sejak tahun 2020-2022, menemukan bahwa program tersebut berdampak positif dalam meningkatkan keterampilan dan kebekerjaan penerima manfaat.

Survei dan riset membuktikan bahwa 30 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur, kini telah bekerja atau berwirausaha. Kemudian 90 persen penerima manfaat juga mengalami peningkatan kompetensi, produktivitas, daya saing, dan keterampilan kewirausahaan.

Program yang diluncurkan sejak bulan April 2020 lalu, telah diberikan kepada 12,8 juta orang penerima manfaat yang tersebar di seluruh Indonesia yang bersifat inkusif dan menjangkau kelompok rawan dan minoritas.

Program Kartu Prakerja hadir di 514 kabupaten/kota, dengan populasi 56 persen tinggal di desa dan 49 persen populasi gender adalah perempuan, serta sekitar 3 persen merupakan penyandang disabilitas. (mdk/idr)

Baca juga:
VIDEO: Kocak! Jokowi Sambil Tertawa: Ini Lebih Parah Lagi Minta Motor
Presiden Jokowi: Manfaat Kartu Prakerja Sampai Pelosok
Fakta Program Kartu Prakerja, Berlanjut Hingga 2024 Hingga Dicontoh Negara Lain
Di Hadapan Jokowi, Mantan Honorer Asal NTT Cerita Tak Pernah Digaji
Jokowi Pastikan Kartu Prakerja Terus Dilanjutkan Meski Nanti Ganti Presiden
Momen Alumni Minta Program Kartu Prakerja Jokowi Dilanjutkan Seumur Hidup

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini