Kasus Jiwasraya dan Bumiputera Dituding Runtuhkan Kredibilitas OJK

UANG | 22 Januari 2020 21:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PKS, Hidayatullah, menyatakan kasus gagal bayar klaim yang menimpa perusahaan asuransi Jiwasraya dan Bumiputera telah menghilangkan kredibilitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti yang diketahui, OJK menjadi pihak yang turut bertanggung jawab terhadap Jiwasraya dan Bumiputera dalam bentuk pengawasan.

"Dengan terbukanya masalah industri keuangan kita di bidang asuransi, sesungguhnya ini sudah menghilangkan kredibilitas OJK," ujar Hidayatullah di Gedung DPR, Selasa (22/1).

Hal ini diperparah dengan 'kekuatan' OJK yang dinilai tak kunjung dimunculkan untuk mengatasi masalah likuiditas Jiwasraya dan Bumiputera. Bahkan, Hidayatullah mengusulkan agar ada lembaga lain yang memeriksa kinerja pengawasan dari OJK.

1 dari 1 halaman

OJK Janjikan Peningkatan Pengawasan

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menanggapi, OJK telah melakukan tugas pengawasan sebagaimana mestinya. Dirinya berujar akan meningkatkan pengawasan, belajar dari pengalaman.

"Pengawasan akan terus kamu tingkatkan, belajar dari pengalaman yang lalu kami akan perbaiki," tutur Wimboh.

Beberapa waktu lalu, Komisi XI DPR mengusulkan agar OJK dibubarkan dan tugas serta fungsinya dikembalikan ke Bank Indonesia. Hal ini dikarenakan OJK dianggap lalai dan gagal menangani kasus Jiwasraya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
KSSK Nilai Kasus Jiwasraya Tak Akan Picu Krisis Keuangan
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain
Wimboh Santoso soal Wacana Pembubaran OJK: Kami Bekerja Profesional
Ombudsman Investigasi OJK soal Jiwasraya dan Asabri, Ini Hal yang Akan Diusut
Ombudsman Endus Keanehan OJK Atur Industri Asuransi Tanah Air
Urai Kasus Asabri, Ombudsman Bakal Panggil OJK dan Kemenkumham
Buntut Kasus Jiwasraya, Pemerintah Godok Pembentukan Lembaga Penjamin Polis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.