Kebijakan Arab Saudi Larang Sementara Umrah Pukul Kinerja Garuda Indonesia

Kebijakan Arab Saudi Larang Sementara Umrah Pukul Kinerja Garuda Indonesia
UANG | 27 Februari 2020 15:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa perusahaan masih membuka rute penerbangan ke Korea Selatan, meskipun sekarang kondisi di sana masih rawan virus corona. Pemerintah Korea Selatan bahkan mengisolasi Kota Daegu sebagai zona perawatan khusus.

Kota Daegu menjadi kota pertama yang membuat status kewaspadaan Korea Selatan dinaikkan. Setidaknya tercatat 334 kasus baru yang muncul di mana 304 ada di Kota Daegu. Ada sekitar 1.595 orang telah terinfeksi virus Corona di Korea Selatan dan 13 orang meninggal dunia.

"Kita sudah menutup rute ke China, dan Hong Kong kita tangkis. Kita masih pertahankan Korea. Kita ini Garuda andalan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam melakukan tindakan penutupan harus mendapatkan restu perintah dari kementerian terkait karena ini cukup serius," kata Irfan dalam konferensi pers Direksi dan Komisaris PT Garuda Indonesia, di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis (27/2).

Selain itu, kebijakan Arab Saudi yang mulai membatasi kunjungan umrah ke Tanah Suci juga memukul kinerja maskapai pelat merah tersebut. "Tadi pagi ada pukulan baru Saudi menutup kunjungan umrah, kami masih melakukan komunikasi, tentu menjadi kewajiban kami teman-teman umrah dan jadwal pulang kita pikirkan dengan baik."

Dia menegaskan bahwa Garuda Indonesia bukan tipe maskapai penerbangan yang menyepelekan isu internasional, melainkan dia menginginkan untuk ke depannya pelanggan Garuda Indonesia terus di utamakan, terutama yang sudah mengantongi visa umrah.

"Garuda bukan tipe yang mempermasalahkan isu internasional. Kita ingin kedepankan pelanggan kita yang memiliki visa umrah," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Kinerja Garuda Turun

turun rev1

Dilain hal, Irfan mengakui kinerja Garuda Indonesia bakal mengalami penurunan signifikan akibat virus corona. Sebagai contoh, empat penerbangan ke Tanah Suci yang menggunakan pesawat berbadan lebar harus dihitung kembali agar tidak menyebabkan kerugian lebih besar.

"Kita kedepankan pernyataan bahwa kita melakukan perhitungan dulu, ini mastiin kerugian. Tapi kita bukan hanya ngomong soal kerugian saja, tapi itu jadi tantangan," ungkapnya.

Kendati begitu, dengan munculnya larangan penerbangan membuka peluang baru untuk meningkatkan penerbangan ke dalam negeri.

"Kami akan perkenalkan rute baru akibat virus corona dengan harapkan rute tersebut, khususnya rute dari Denpasar. Kita lagi finalisasi Denpasar, Delhi, Mumbai, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Itulah reaksi perusahaan terhadap bisnis penerbangan." (mdk/idr)

Baca juga:
Dubes RI untuk Saudi: Batas Waktu Penghentian Visa Umrah Belum Ditentukan
Arab Saudi Moratorium Umrah, Kakanwil Kemenag Yogya Tunggu Instruksi Pusat
Garuda Indonesia Akui Jemaah Umrah Tak Bisa Diberangkatkan Akibat Pelarangan Saudi
Garuda Indonesia Siap Angkut Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air
Arab Saudi Larang Umrah, Ribuan Jemaah Menumpuk di Bandara Soekarno Hatta
Sejumlah Calon Jemaah Umrah Jawa Barat Sudah Tak Bisa Berangkat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami