Kebijakan Tapera Tak Tepat Disaat Masih Ada Corona

Kebijakan Tapera Tak Tepat Disaat Masih Ada Corona
UANG | 3 Juni 2020 16:20 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Perbanas, Piter Abdullah, menilai positif penerbitan PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sebab, adanya Tapera diyakini membantu keinginan masyarakat untuk memiliki hunian pribadi.

"Sebenarnya tujuan tabungan tapera ini sangat baik. Terutama mendorong warga untuk bisa punya rumah," tegas dia saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (3/6).

Meski begitu, pemberlakuan Tapera di tengah pandemi covid-19 disebutkannya tidak tepat. Ini diakibatkan adanya peraturan mengenai Besaran Simpanan Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Peserta Pekerja ditanggung bersama oleh Pemberi kerja sebesar 0,5 persen dan Pekerja sebesar 2,5 persen.

Besaran Simpanan Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Peserta Pekerja Mandiri ditanggung sendiri oleh Pekerja Mandiri. Sedangkan, masyarakat saat ini tengah dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit seiring meluasnya pandemi ini di berbagai daerah.

Pun, Pieter menyebut kesulitan serupa juga tengah dialami mayoritas pengusaha setelah dunia usaha Indonesia mengalami kerugian yang cukup berat akibat pandemi covid-19. Bahkan, tak sedikit perusahaan yang gulung tikar akibat dari terganggunya cashflow perusahaan.

"Intinya hampir semua masyarakat sedang kesulitan likuiditas akibat wabah. Menurut Saya timingnya tidak tepat," terangnya.

1 dari 1 halaman

Tapera Diusulkan Baru Diterapkan Tahun Depan

baru diterapkan tahun depan

Pieter menambahkan, sebaiknya Tapera baru diimplementasikan pada tahun 2021 atau setelah kondisi ekonomi nasional membaik. Sehingga iuran tidak menjadi beban pekerja apalagi mengurangi daya beli masyarakat.

"Tapi adanya Tapera ini bisa menjadi angin segar bagi industri real estate. Namun, bisa ditanggapi negatif di tengah pandemi saat ini," pungkasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Tuntutan Buruh soal UU Tapera, Termasuk Pengurangan Pemotongan Gaji untuk Iuran
Sudah Diteken Jokowi, Apa itu Tapera yang Bakal Potong Gaji ASN & Para Pekerja?
Jokowi Teken PP Tapera, Gaji Pekerja dan PNS Akan Dipotong untuk Iuran
Dongkrak Pembiayaan Rumah Murah, BTN Siap Jadi Mitra Utama BP Tapera
BP Tapera Dapat Suntikan Modal Rp 2,5 Triliun
Komisioner BP Tapera Resmi Dilantik, Ini Pesan Sri Mulyani
Bersinergi dengan BP Tapera, FLPP tak perlu lagi dialokasikan negara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5