Kebijakan Tersulit bagi JK Selama Menjabat Jadi Wapres

UANG | 31 Januari 2019 12:27 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan keputusan tersulit dalam menentukan kebijakan saat menjabat yaitu menaikan harga bahan bakar minyak ( BBM). Dia mengatakan, walaupun tidak menentukan dan meneken kebijakan tetapi hal tersebut membuat banyak perdebatan.

"Salah satu katakanlah ketegangan yang terjadi kalau mau menaikkan harga BBM, ya terpaksa, kadang-kadang, karna tentu Wapres tidak punya hak tanda tangan," kata JK dalam acara Kadin Talk di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

Dia menjelaskan jika pemerintah menaikan harga BBM akan menimbulkan banyak penolakan dari masyarakat dan akan terjadi demo. Tetapi dengan menggunakan jalan sebuah pengusaha, pemerintah dapat menaikan BBM saat itu hingga 126 persen.

"Selalu saya katakan, dengan cara berpikir pengusahalah, bagaimana mengakali sesuatu contohnya pernah kita naikkan BBM 126 persen, kita hitung-hitung pokoknya kita lakukan 2 hari sebelum bulan puasa, jadi begitu diumumkan ,menurut saya puasa, siapa mau demo bulan puasa, haus, dan juga orang sibuk macem macem beribadah," kata JK.

Dia mengatakan tidak ada kebijakan yang rumit. Sebab kebijakan tersebut sudah dilakukan dengan penuh perhitungan yang matang. "Jadi kita ambil yang terbaik saja dengan perhitungan," kata JK.

Baca juga:

Aksi Tutup Jalan Rakyat Zimbabwe Protes Kenaikan BBM

Rakyat Zimbabwe Demo Rusuh karena Harga BBM Naik 150 persen

ESDM: Harga Pertamax Cs Bakal Dievaluasi Sebulan Sekali

DPR Harap Penurunan Harga Pertamax Cs Tak Beratkan Keuangan Pertamina

Hari Ini, Harga Pertamax Cs Turun

SPBU Milik Pertamina di Bekasi Terapkan Harga Baru Pertamax Cs

(mdk/azz)