Kecelakaan Kendaraan Roda Dua Mendominasi, Ini Fakta & Solusi Penggunaan Sepeda Motor

Kecelakaan Kendaraan Roda Dua Mendominasi, Ini Fakta & Solusi Penggunaan Sepeda Motor
UANG | 4 Maret 2020 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sejak 2005, produksi sepeda motor meningkat pesat karena dipengaruhi beberapa hal, di antaranya dukungan kebijakan fiskal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Kemudian, produksi penjualan sepeda motor juga laris di pasaran, karena diberlakukannya uang muka (down payment) sebanyak 30 persen, atau bahkan tanpa uang muka.

Dilansir pada tulisan Fakta dan Solusi Sepeda Motor, yang ditulis oleh akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, diketahui bahwa sebelum 2005, produksi sepeda motor kisaran 2 sampai 3 juta unit per tahun. Kemudian pada 2005, produksi motor mulai bangkit dengan kisaran 7 sampai 8 juta unit kendaraan motor, setiap tahunnya.

Pada 2005, bisnis sepeda motor telah menghidupkan banyak sektor, seperti diperbolehkannya membeli motor dengan menyicil. Namun, tanpa disadari beban publik jadi bertambah, dengan menyicil motor di setiap bulannya.

Beban publik lain, diantaranya polusi udara di perkotaan, meningkat sebanyak 80 persen, yang dihasilkan dari asap knalpot kendaraan bermotor.

Di samping itu, lalu lintas juga semakin semrawut, banyak masyarakat yang masih tidak disiplin berlalu lintas, seperti melawan arus, melintas di atas trotoar, berhenti melewati batas garis henti di persimpangan, dan tidak menggunakan helm.

Baca Selanjutnya: Populasi Kendaraan Roda Dua...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami