Kehilangan Daya Beli Masyarakat Nyaris Rp1.000 Triliun Akibat Covid-19

Kehilangan Daya Beli Masyarakat Nyaris Rp1.000 Triliun Akibat Covid-19
Pasar tradisional. ©2018 Merdeka.com
UANG | 28 Desember 2020 19:08 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa menyebut kehilangan daya beli masyarakat akibat pendapatan yang hilang baik secara langsung dan tak langsung karena pandemi Covid-19 diperkirakan mendekati Rp1.000 triliun.

"Inilah yang jelas mengapa konsumsi rumah tangga menurun," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam jumpa pers akhir tahun secara virtual dipantau di Jakarta, Senin (28/12).

Menteri PPN merinci kehilangan daya beli masyarakat akibat pendapatan yang hilang secara langsung mencapai Rp374,4 triliun. Penyebabnya karena penurunan jam kerja di sektor industri dan pariwisata dengan utilisasi hanya 50 persen.

Sisanya, dari total hampir Rp1.000 triliun itu adalah pendapatan masyarakat yang hilang secara tidak langsung yang berasal dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena mereka kehilangan pasar.

"Kehilangan 50 persen jam kerja, maka penghasilan berkurang 50 persen. Akibatnya yang biasanya beli di UMKM makanan, itu karena pandemi, dan kedua karena tidak ada uang ekstra, maka mereka (UMKM) kehilangan pasar," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas itu dalam jumpa pers secara fisik yang diadakan di Bali.

Baca Selanjutnya: Utilisasi Industri...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami