KEIN: Penggunaan B50 Bantu Penghematan Devisa Negara

UANG | 30 Januari 2019 21:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta membeberkan manfaat penggunaan biodiesel 50 persen pada pencampuran minyak solar alias B50 untuk kendaraan. Salah satunya yaitu membantu penghematan devisa.

"Ini (B50) adalah bagian dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang sudah diarahkan presiden. Ada tiga manfaat utama bila kita menggunakan B50, salah satunya menghemat devisa,” kata dia, di Jakarta, Rabu (30/1).

Tak hanya itu, penggunaan B50 juga akan memperbaiki defisit neraca perdagangan dari sektor migas serta memacu tumbuhnya industri pengolahan biodiesel di dalam negeri.

"Juga stabilisasi harga, karena 40 persen lebih pengelola sawit kita datang dari rakyat. Maka kita harap itu juga menjaga harga sawit di tingkat masyarakat," imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa, ke depan Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah produk Crude Palm Oil (CPO) yang akan diekspor.

"Untuk ekspor kita ke depan kita harus meningkatkan nilai tambah. Kalau selama ini CPO, nilai tambah lebih tinggi lagi. Contohnya level ke margarin, kosmetik, atau bahan-bahan kosmetik atau untuk teknologi oil recovery terhadap sumur tua," ungkapnya.

Menurut Arif, untuk mewujudkan penggunaan B50 di Indonesia dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun lembaga riset. "Butuh komitmen bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari pemasok sawit, industri otomotif dan lembaga riset. Kalau ini bisa kerja sama akan bagus," tandasnya.

Baca juga:
Kemenperin Tarik Investor Jepang Bikin Baterai Mobil Listrik
Toyota Dukung Implementasi Bahan Bakar B50
GAPKI Harap Penerapan B20 Perbaiki Harga CPO Indonesia
Jonan: Polusi Akibat BBM Tak Ramah Lingkungan Turunkan Harapan Hidup
Menko Darmin: Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 6 Juta Kiloliter di 2019
Sejak September 2018, B20 Hemat Rp 13,25 T Devisa dari Impor Solar

(mdk/idr)