Keluhan Pelanggan Naik 150 Persen Selama Pandemi, ini Solusi PLN

Keluhan Pelanggan Naik 150 Persen Selama Pandemi, ini Solusi PLN
Meteran listrik warga Matraman. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
UANG | 8 Januari 2021 12:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy Pangaribuan, memaparkan keluhan pelanggan PLN periode November 2019 hingga November 2020 melonjak 150 persen menjadi 32.000 aduan. Dia menjelaskan, mayoritas keluhan tersampaikan pada Maret dan Agustus yang naik hampir lebih dari 200 persen dalam periode 6 bulan dan hal ini sangat relevan dengan kondisi pandemi.

"Memang terjadi kenaikan keluhan untuk pencatatan meter atau pemakaian kWh yang langsung terkait dengan tagihan rekening yang berbasiskan pada catatan meter tersebut," ujar Doddy dalam konferensi pers Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) secara virtual, Jumat (8/1).

Doddy menjelaskan, awalnya PLN menyesuaikan dengan kebijakan PSBB yang diterapkan oleh pemerintah. Terdapat pembatasan akses dalam pelayanan dari rumah ke rumah pelanggan untuk melakukan pencatatan sehingga sebagian besar konsumen yang pemakaiannya masih diukur melalui kWh meter tidak memiliki fasilitas komunikasi atau tidak smart meter.

Oleh karenanya, PLN melakukan pencatatan rata-rata pemakaian dari 3 bulan sebelumnya, di mana sebelum terjadi pandemi pemakaian masih normal dan melonjak ketika pandemi hingga memicu banyaknya keluhan.

"Lalu ada catat meter mandiri yang dapat dilakukan langsung via WhatsApp dan saat ini sudah difasilitasi oleh aplikasi yang namanya New PLN Mobile," jelaskan.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami