Keluhkan Impor Petrokimia Terbesar, Jokowi Undang Arab Saudi Kembangkan Industri RI

UANG | 16 April 2019 10:55 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kerjasama dalam bidang energi antara Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi Khalid Al-Falih, di Royal Guest House, Riyadh, Minggu (14/4). Salah satunya pihak Saudi tertarik untuk bekerja sama dalam bidang industri petrokimia.

"Menurut rencana akan ada kunjungan dari Saudi untuk ke Indonesia guna membahas rencana peningkatan kerjasama baik di bidang energi yang terkait di bidang minyak dan juga industri Petrokimia," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti dikutip dari Setkab saat mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Menteri Retno mengatakan Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah reformasi yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia sehingga membuat perusahaan-perusahaan Saudi Arabia ingin bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

"Salah satu isu lain yang dibahas adalah kemungkinan kerja sama antara Aramco dan Pertamina untuk kilang Cilacap," ujar Menteri Retno seusai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut Retno menuturkan ada satu isu yang masih tertunda yaitu terkait dengan masalah valuasi aset yang terus dibahas. Presiden Jokowi, lanjut Menteri Retno, menyampaikan agar isu tersebut harus segera diselesaikan.

"Sekembalinya Presiden ke Indonesia, Presiden akan melakukan pertemuan dengan beberapa menteri untuk menyelesaikan masalah ini," lanjut Menteri Retno.

Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan akan terus mendorong pembangunan industri Tanah Air dalam menekan defisit neraca perdagangan. Harapannya impor bisa terus berkurang karena telah disubtitusi produk dalam negeri.

"Industri Petrochemical dikembangkan di Indonesia karena terbesar impor kita di situ. Kilang dibangun untuk menekan impor," ujar Jokowi saat debat capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta.

(mdk/bim)