Kemendag Fasilitasi Pengusaha UKM Pakaian Ekspor ke Kanada

UANG | 31 Juli 2019 10:28 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan memfasilitasi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pakaian jadi di Solo, Jawa Tengah menembus pasar ekspor Kanada. Kesempatan itu diraih setelah pelaku usaha tersebut mengikuti rangkaian program pembinaan ekspor dari Ditjen PEN bekerja sama dengan pemerintah Kanada melalui proyek Indonesia-Canada Trade and Private Sector Assistance (TPSA) sejak 2014 lalu.

"Program pembinaan ekspor proyek TPSA dilakukan secara komprehensif kepada calon eksportir pakaian jadi sehingga memberi banyak manfaat dalam peningkatan produksi, manajemen, strategi pemasaran dan promosi, serta motivasi," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (31/7).

Hasilnya, pelaku usaha mendapatkan kontak dagang dan sedang melakukan negosiasi dengan calon mitra bisnis di Kanada dan negara lainnya. TPSA merupakan proyek kerjasama Indonesia-Kanada untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara yang berlangsung dari 2014—2019.

Dengan akan berakhirnya proyek TPSA pada Agustus 2019, pemerintah memberikan penghargaan kepada pelaku usaha pakaian jadi sebagai bentuk apresiasi karena telah mengikuti semua program hingga selesai.

Penghargaan ini diserahkan kepada pelaku usaha binaan proyek TPSA yaitu CV Tiga Selaras dan Bule-Bule Garment. Kedua perusahaan ini telah mendapat berbagai manfaat dari keikutsertaan program proyek TPSA, seperti, peningkatan kapasitas dan profesionalitas untuk bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pelaku usaha memperoleh pengetahuan untuk mengembangkan manajemen, efisiensi produksi, cara menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta strategi melakukan pemasaran produk ke pasar ekspor.

"Kemendag akan terus menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan dan memanfaatkan tenaga ahli di bidangnya agar dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha Indonesia," ujar Marolop.

Marolop menambahkan Kemendag juga mendorong para pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor untuk mengikuti kegiatan promosi dan pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Salah satu pameran yang dapat diikuti adalah Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang akan berlangsung pada 16-20 Oktober 2019," pungkasnya. (mdk/bim)

Baca juga:
KSSK Janji Terus Antisipasi Dampak Perang Dagang ke Ekonomi RI
Indonesia Ekspor Turbin Pembangkit Listrik ke Australia dan Rusia
Produk Bumbu Masak RI Tembus Pasar Afrika dan Australia
Eropa Kenakan Bea Masuk Tinggi Untuk Biodiesel RI, Pengusaha Kesulitan Ekspor
Mengupas Pengenaan Bea Masuk Biodiesel oleh Uni Eropa dan Strategi Pemerintah
Kemendag Tuding Uni Eropa 'Gempur' Indonesia dengan Pengenaan Bea Masuk Biodiesel
Menko Luhut Akui RI Belum Siap Kembangkan Konsep Mobil Terbang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.