Kemendag Selidiki Penyebab Harga Cabai Tinggi

UANG | 17 Juli 2019 13:26 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Harga cabai disejumlah daerah terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Di Jakarta sendiri, cabai mengalami kenaikan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per Kilogram (Kg) tergantung jenis cabai.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahja Widayanti mengatakan, pihaknya masih mencari penyebab tingginya harga cabai. Salah satu yang diduga menjadi penyebab kenaikan ini adalah kurangnya pasokan.

"Masih tinggi, saya masih berupaya gimana caranya ini. Karena saya tadi sudah minta data ke Dirjen Hortikultur belum dapet nih," ujar Tjahja di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/7).

"Kalau saya berpikir harga itu pengaruh dari supply dan demand. Bisa jadi gitu tapi saya harus lihat datanya dulu," sambungnya.

Kementerian Perdagangan sendiri belum mempertimbangkan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga cabai. Sebab, tidak bisa melakukan operasi pasar jika pasokan cabai dalam negeri kurang atau bahkan tidak ada.

"Kalau operasi pasar kan kita harus tahu, ada barangnya tidak. Kalau kita punya kebijakan operasi pasar tapi tidak ada barangnya, gimana," jelasnya.

Meski demikian, Tjahja menambahkan, apabila pasokan sudah ada maka pihaknya segera melakukan operasi pasar untuk cabai. "Ya kalau ada tentu saja kita akan perintahkan kepada pedagang cabai untuk menurunkan harga atau operasi pasar," tandasnya.

Baca juga:
Turunkan Harga Cabai, Bank Indonesia Siap Gandeng Petani
Harga Cabai Rawit di Solo Tembus Rp70.000 Per Kg
Faktor Turunnya Tingkat Kemiskinan RI di Maret 2019 Jadi 25,14 Juta Orang
Penyebab Harga Cabai Bertahan Mahal di Pasar Tradisional
Harga Cabai Rawit di Karawang Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
Harga Cabai Tembus Rp80.000 per Kg

(mdk/azz)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com