Kemenhub Awasi Ketat Operasional Penerbangan Sriwijaya Air Group

UANG | 8 November 2019 19:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bakal memperketat pengawasan operasional penerbangan maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air demi terpenuhinya keselamatan penerbangan.

"Ditjen Perhubungan Udara memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan kami akan memastikan bahwa hak-hak calon penumpang yang batal terbang maka akan dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti.

Saat ini, Sriwijaya Group masih mengoperasikan sebanyak 11 unit pesawat udara dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki, selebihnya tidak dioperasikan dikarenakan dalam masa periode perawatan baik di GMF maupun perawatan pesawat di darat Aircraft On Ground atau (AOG).

Polana mengatakan akan terus melakukan pengawasan dan memonitor terhadap pesawat Sriwijaya Group yang masih beroperasi di sejumlah rute.

"Saya telah menginstruksikan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara untuk melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT Sriwijaya Group," katanya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Sriwijaya Group wajib memastikan pemenuhan atas hak hak penumpang yang diakibatkan tidak beroperasinya pesawat Sriwijaya Group sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (delay management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015.

1 dari 1 halaman

Sriwijaya Air Pastikan Penumpang Dapat Kompensasi

Hari Kamis (7/11) kemarin, seluruh penerbangan Sriwijaya Air mendadak batal terbang. Akibatnya, banyak penumpang yang terlantar dan sempat membuat ricuh.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya penundaan dan pembatalan penerbangan tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah menimbulkan ketidaknyamanan atas gangguan jadwal penerbangan Sriwijaya Air kemarin," kata Jefferson dalam keterangan resminya, Jumat (8/11).

Atas persoalan tersebut, Sriwijaya Air memastikan seluruh pelanggan akan menerima kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sebagai maskapai yang patuh terhadap peraturan, Sriwijaya Air berkomitmen penuh untuk menunaikan kewajibannya kepada seluruh pelanggan sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan oleh regulator yakni Kementerian Perhubungan Republik Indonesia," ujarnya.

Jefferson menjelaskan bahwa penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan yang dialami Sriwijaya Air kemarin disebabkan adanya kendala operasional. Namun demikian, Sriwijaya Air mengaku telah mengambil langkah-langkah guna menangani hal tersebut sesegera mungkin agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas lagi.

"Terkait gangguan tersebut, kami telah melakukan beberapa upaya recovery. Dan atas hal tersebut, saya mewakili manajemen sangat mengapresiasi kinerja seluruh karyawan karena sebagian besar jadwal penerbangan Sriwijaya Air pada hari ini sudah kembali beroperasi secara normal," tutup Jefferson.

Selain memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggan, Sriwijaya Air hingga kini pun masih terus memantau seluruh kegiatan operasional di seluruh wilayah yang dilayaninya. (mdk/idr)

Baca juga:
Sering Terlibat Konflik, Astindo Kurangi Penjualan Tiket Sriwijaya
Pisah dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Rombak Direksi
Sriwijaya Air Pastikan Penumpang Dapat Kompensasi Pembatalan Penerbangan
Yusril Ihza Mahendra Beberkan Penyebab Pecah Kongsi Sriwijaya Air-Garuda Indonesia
Operasional Bandara Soetta kembali normal, Usai Delay Sriwijaya Air
Sriwijaya Air Kembalikan Seluruh Karyawan Perbantuan Garuda Indonesia