Kemenhub diminta lebih selektif pada sekolah penerbangan tak penuhi standar

Kemenhub diminta lebih selektif pada sekolah penerbangan tak penuhi standar
UANG » MAKASSAR | 15 Desember 2017 14:50 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pakar transportasi sekaligus akademisi, Danang Parikesit mengimbau agar Kementerian Perhubungan selaku pembina teknis, harus membuat kebijakan secara tegas dan konkret dengan melakukan tindakan korektif terutama penertiban terhadap sekolah penerbang yang tidak patuh dengan aturan standar keselamatan penerbangan sipil CASR 141.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis apabila sekolah penerbang tidak patuh dengan ketentuan walaupun tidak diumumkan. Pihak industri maskapai penerbangan akan mengetahuinya, sekolah mana yang memenuhi kualifikasi.

Sehingga apabila standar fasilitas tidak terpenuhi, maka pilot lulusan sekolah penerbang tersebut akan kesulitan mencari pangsa kerja di maskapai penerbangan.

"Banyaknya animo masyarakat untuk menjadi pilot pada sekolah penerbang saat ini, tentunya harus kita apresiasi dengan baik dalam menciptakan lapangan kerja yang kompetitif, sehingga kehadiran pemerintah dalam melakukan pembinaan pada sekolah penerbang harus optimal," katanya di Jakarta, Jumat (15/12).

Selain itu, Kemenhub selaku regulator harus mampu jadi dirigen atau konduktor yang baik dalam hal Human Research Planning termasuk pembinaan sekolah penerbangan ini. Sebab, profesionalisme pilot merupakan satu hal yang tidak bisa ditawar.

"Menjaga kualitas, termasuk memperhitungkan berapa sebetulnya kebutuhan pilot per tahun. Sehingga data kebutuhan pilot yang dikeluarkan oleh Kemenhub ini bisa dijadikan pegangan oleh sekolah-sekolah pilot," jelas Danang.

Danang mengingatkan bahwa sekolah pilot itu merupakan market regulated yang sangat padat aturan artinya sangat bertumpu kepada aturan keselamatan, sehingga sekolah-sekolah pilot jangan melihat hal ini sebagai peluang untuk menciptakan pasar kerja saja.

"Jadi baik kemenhub maupun sekolah-sekolah pilot harus sama-sama ingat, bahwa lulusan sekolah pilot ini dibebani kemampuan untuk menjadi profesional yang sangat terkait dengan pentingnya aspek keselamatan penumpang. Untuk Kemenhub sendiri, ingat kemarin baru mengalami perbaikan peringkat keselamatan, yang harus dijaga dengan baik antara lain performance dan kualitas pilotnya," jelas dia.

Dia menjelaskan, sekolah penerbang setidaknya memiliki 5 pesawat udara yang salah satu jenisnya berupa pesawat udara bermesin ganda (multi engine). "Selain itu, sekolah penerbang juga harus memiliki organisasi perawatan pesawat udara guna menjamin keselamatan selama pelatihan penerbangan," pungkasnya. (mdk/azz)


Libur Natal & Tahun Baru, Bandara Adi Soemarmo tambah penerbangan
Sriwijaya Air buka rute Solo-Makassar
Libur akhir tahun 2018, penerbangan ke Bali diprediksi turun 30 persen
Citilink dinobatkan jadi maskapai berbiaya murah terbaik 7 kali berturut-turut
Sekarang Asiana Airlines sediakan pengiriman gratis buku dari Korea ke Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami