Kemenhub Evaluasi Program Tol Laut, Usai Kapal Feeder Kandaga V Alami Keterlambatan

UANG | 3 Juli 2019 19:13 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi penyelenggaraan Tol Laut Januari-Juni Tahun 2019, guna meningkatkan kualitas pelayanan program prioritas Presiden Jokowi. Evaluasi ini menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait keterlambatan jadwal kedatangan Kapal Tol Laut di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku dan Pulau Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Saya telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan evaluasi program Tol Laut agar dapat berjalan lebih baik, dan saya minta seluruh stakeholder di sektor transportasi laut untuk ikut mendukung," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, melalui keterangan resminya, Rabu (3/7).

Berdasarkan keterangan Ditjen Perhubungan Laut, keterlambatan dikarenakan Kapal Feeder Kandaga V yang melayani rute Moa-Larat-Kisar-Moa mengalami kerusakan crane, sehingga memerlukan waktu perbaikan. Namun demikian, pada Selasa (2/7), dilaporkan Kapal Feeder Kandaga V sudah selesai diperbaiki dan telah melakukan beroperasi kembali.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Budi telah menginstruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk menyiapkan kapal pengganti dan menindak serta mengganti operator yang lebih kompeten. "Saya mengintruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk menindak operator kapal terkait dan menyiapkan kapal pengganti," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sangat memperhatikan suara dan kebutuhan dari masyarakat terhadap pelayanan angkutan laut baik untuk tol laut maupun perintis sehingga Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan subsidi untuk mengoptimalkan penyelenggaraan angkutan laut di wilayah 3TP (Terpencil, Terdepan, Tertinggal dan Pedalaman).

"Untuk itu kami secara tegas akan menegur dan memberikan sanksi kepada para operator kapal yang tidak menjalankan kewajibannya sehingga masyarakat di wilayah 3TP menjadi kesulitan dan logistik mengalami keterlambatan," jelasnya.

Agar tidak terjadi lagi keterlambatan pengantaran logistik melalui Tol Laut, Menhub Budi mengatakan akan mengimplementasikan pengawasan berbasis teknologi informasi.

Budi pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang melaporkan secara langsung maupun tertulis terkait permasalahan Tol Laut di lapangan. Karena dengan hal tersebut, Pemerintah dapat mengetahui permasalahan secara langsung sehingga menjadi cepat teratasi.

"Saya berterimakasih kepada media dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan perhatiannya kepada kebijakan pemerintah. Hal ini sangat membantu kami untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat setiap program kebijakan pemerintah," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Tol Laut Belum Turunkan Harga, Menhub Budi Akan Tindak Tengkulak Nakal
Ekonom Beberkan Alasan Tol Laut Belum Efektif Turunkan Harga Barang
TKN Jokowi Tegaskan Kombinasi Jalan Tol dan Pelabuhan Efektif Tekan Biaya Logistik
Faisal Basri: Dibanding Bangun Tol, Lebih Baik Benahi Transportasi Laut
Penguatan Tol Darat dan Laut Bakal Mampu Tekan Disparitas
Waskita Karya Siap Bangun Tol Atas Laut Dalam di Balikpapan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.