Kemenhub minta Ahok tutup 19 pintu perlintasan kereta api

Kemenhub minta Ahok tutup 19 pintu perlintasan kereta api
UANG | 7 Desember 2015 12:21 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan meminta Pemprov DKI Jakarta menutup 19 pintu perlintasan sebidang di ibu kota. Ini menyusul terulangnya insiden tabrakan antara kereta Jabodetabek dengan angkutan umum.

"Harus ditutup, izin yang dikeluarkan oleh Dirjen kereta api harus ditutup. Tapi ya begitu, sudah kami ingatkan lagi, begini lagi," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko, Jakarta, Senin (7/12).

Menurutnya, jalur perlintasan kendaraan sudah seharusnya tidak sebidang dengan kereta api. Semisal, pembangunan terowongan atau jalan layang.

"Ini supaya tidak membahayakan dan mengganggu kelancaran operasi kereta api dan lalu lintas jalan, serta pada jalur tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah."

Kendati demikian, Hermanto mengakui, penutupan pintu perlintasan bakal berakibat penambahan beban arus lalu lintas kendaraan.

"Kami menemukan masih berfungsinya jalan yang merupakan perpotongan dengan jalur kereta api meskipun telah dibangun perlintasan tidak sebidang."

Untuk itu, dia meminta pengelola pintu perlintasan harus mempertimbangkan frekuensi perjalanan kereta api perkotaan yang sangat padat dengan headway yang sangat kecil. Dan, perilaku pengguna kendaraan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. (mdk/yud)


Buntut tabrakan maut, dishub dan polisi razia metromini-kopaja
18 orang tewas, Kapolda bantu Ahok tuntut pengelola metromini
Kapolda Metro sebut Metromini vs KRL di Angke karena kelalaian sopir
Banyak tabrakan kereta, Ahok bilang masyarakat kena setan budek
Cerita Aman selama saat Metro Mini vs KRL karena duduk di belakang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami