Kemenhub Minta Jasa Marga Lakukan Perbaikan Tol Layang Jakarta-Cikampek

UANG | 16 Desember 2019 15:22 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan meminta Jasa Marga melakukan beberapa perbaikan di Tol Layang Jakarta-Cikampek‎. Tol Layang Jakarta-Cikampek dinilai masih memerlukan penyempurnaan, diantaranya penempatan water barrier pada ruas tol tersebut sehingga membuat penyempitan.

"Dari sisi keselamatan memang ada beberapa yang perlu perbaikan Jasa Marga. Water barrier yang terkesan sempit," kata Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (16/12).

Budi melanjutkan, selain itu masih ada marka jalan di Tol Layang Cikampek yang belum‎ dihapus, sehingga membingungkan pengemudi kendaraan yang ingin melintasi ruas tol tersebut.

"Sign atau RPJJ yang diarahkan saya usulkan pakai neon box sehingga di malam hari kelihatan," tuturnya.

Terkait dengan frekuensi kendaraan yang melintas setelah pengoperasian pada 15 Desember 2019, Kementerian Perhubungan mencatat ada 20 kendaraan per menit yang melintas. Sedangkan puncaknya mencapai 40 kendaraan per menit.

"Tol layang Jakarta-Cikampek secara umum siang sore malam ada peningkatan pergerakan terutama Bandung-Jakarta. Kemarin rata-rata jalur Japek 20 kendaraan per menit. Cikampek-Jakarta puncaknya 40 kendaraan per menit," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Lewat Tol Layang Cikampek, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Hanya 3 Jam

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke KM 13 Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Tol Layang Jakarta-Cikampek II). Proses pembangunan tol layang ini sudah mencapai 96,5 persen dan targetnya beroperasi pada November mendatang.

Pada kesempatan itu, dia sempat menganalisis berapa lama waktu tempuh yang dihemat dengan proyek ini. Menhub mengupayakan agar waktu tempuh bisa terkoreksi antara 30-60 menit.

"Bahwa mobil dari Jakarta menuju Bandung yang selama ini mungkin lebih dari empat jam, kita harapkan mereka kurang dari tiga jam. Oleh karenanya bagaimana itu bisa dicapai, kita harus merencanakan dengan baik," kata Budi di Tol Cikampek, Minggu (22/9).

Dia menjelaskan, waktu tempuh bisa hemat karena terbantu dibersihkannya alat infrastruktur yang selama ini membuat macet. Tol ini juga bisa membantu mereka yang ingin pergi ke Bandara Kertajati.

Tol ini direncanakan beroperasi pada akhir November. Dia meminta kesiapan dari segi safety diutamakan oleh PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) mengingat waktu pengoperasian hanya sebulan setelah proyek selesai. Pembangunan tangga-tangga dan U-turn pun dilaksanakan untuk menunjang safety.

Meski demikian, masih belum bisa mengungkapkan terkait tarif dari tol layang ini. Sebab, perlu ada simulasi lebih lanjut untuk integrasi tarif di gerbang tol Cikampek serta mengingat interest para stakeholder.

"Masalah terintegrasinya dari Kementerian PU, BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), dan kita lagi bahas itu semua," jelas Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Hari Ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Dibuka Tanpa Tarif
Minat Jajal Tol Layang Jakarta-Cikampek, Cek Dulu 5 Fakta Menariknya
BPJT Sebut Tol Layang Jakarta Cikampek Aman Dilalui Meski Kontur Jalan Bergelombang
Bagaimana Jika Ada Kondisi Darurat di Tol Layang Jakarta-Cikampek?
VIDEO: Jokowi Resmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Jamin Bisa Mengurai Kemacetan
Presiden Jokowi Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Tekan Kemacetan 30 Persen
Resmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Jokowi Ingin Keluhan Macet Hilang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.