Kemenhub Minta Masyarakat Tak Gunakan GrabWheels untuk Bermain

UANG | 14 November 2019 19:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar layanan GrabWheels disetop atas dasar keselamatan. Kementerian Perhubungan juga berharap agar masyarakat paham bahwa fungsi e-scooter bukan untuk hiburan.

Pemerintah meminta penggunaan GrabWheels hanya untuk transportasi. Contohnya dari tempat berhenti kendaraan umum menuju kantor.

"Pada praktiknya banyak digunakan masyarakat kita untuk main-main. Ini butuh pengawasan ketat," ucap Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (14/11).

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, berjanji besok pihak Grab dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membahas aturan-aturan yang akan diterapkan soal GrabWheels ini.

1 dari 1 halaman

Grab Tak Hentikan Layanan Skuter Listrik

Ridzki menambahkan layanan GrabWheels akan terus berjalan. "Berlanjut," tegas Ridzki.

Ridzki juga menyebut Grab sudah melaksanakan berbagai sosialisasi terkait keselamatan pemakaian GrabWheels. Aturan itu pun sudah tertuang di aplikasi mereka.

Beberapa aturan tersebut seperti batasan usia, larang berboncengan, harus memakai sepatu, dan patuh lalu lintas. Grab pun sudah mengatur agar lampu depan menyala otomatis dan ada pembatasan kecepatan menjadi 15 km per jam.

"Soal sosialisasi sudah berjalan. Bukannya belum dijalankan, itu sudah dijalankan," jelas Ridzki.

Reporter: Tommy Kurnia Rony

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Naik Skuter Listrik Tak di Jalur Sepeda, Pengguna Bakal Didenda Rp 250.000
Kronologi Camry Tabrak Skuter Listrik Hingga Tewaskan Dua Orang
Menengok Penggunaan Skuter Listrik di Berbagai Negara
Keluarga Korban Grabwheels Ditabrak di Sudirman Kecewa Pelaku Tak Ditahan
Ini Identitas Penabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas Dekat FX Sudirman
Alasan Belum Ada Payung Hukum, Alasan Polisi Tak Bisa Tertibkan Skuter Listrik
Tabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas, Sopir Camry Tak Ditahan Polisi