Kemenhub Minta Pengerjaan Proyek di Bandara Dihentikan Sementara Saat Libur Natal

UANG | 9 Desember 2019 14:12 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta agar seluruh proyek pengerjaan konstruksi pembangunan di sejumlah bandara udara dapat dihentikan sementara pada saat periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk menjamin keselamatan penerbangan udara.

"Dan karena di banyak bandara udara kegiatan kontruksi, maka kami meminta penghentian sementara pengerjaan proyek yang mengganggu keselamatan penerbangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (9/12).

Untuk mengantisipasi keselamatan kepada masyarakat khususnya yang menggunakan moda transportasi udara, pihaknya juga akan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check untuk seluruh maskapai. Upaya itu dilakukan agar seluruh maskapai memenuhi standar penerbangan.

"Inspeksi sudah dilakukan di semua otoritas semua bandara, kita lakukan intensif sebelum jelang Nataru," katanya.

Di samping itu dirinya juga mengantisipasi terjadinya curah hujan yang diperkirakan akan terjadi pada saat periode Nataru. Seluruh operator bandara diminta untuk mewaspadai landasan pacu agar tetap tetap berlangsung aman.

"Karena sama musim hujan landasan perlu mendapat perhatian utama, tidak boleh dilupain juga," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Konsumsi Rumah Tangga Diramal Meningkat

SVP Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto memprediksi tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal IV-2019 akan meningkat 5,02 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 5,01 persen.

Peningkatan tersebut disebabkan beberapa hal, salah satunya pengeluaran saat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Hampir dipastikan konsumsi rumah tangga naik jelang dan saat Natal dan Tahun Baru. Yang terdampak positif itu perdagangan hotel dan restoran," ujar Ryan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/11).

Pada akhir tahun, masyarakat akan merayakan Natal dan Tahun Baru dengan pulang kampung atau berlibur di tempat wisata tertentu. Tentunya, mereka akan memesan hotel untuk akomodasi, menyewa kendaraan untuk bepergian dan belanja makan dan minum sehari-hari. Belum lagi, mereka akan membayar tiket wisata hingga membeli souvenir.

Menurutnya, belanja rumah tangga tertahan di kuartal-kuartal sebelumnya sehingga pada kuartal IV, rumah tangga melakukan pengeluaran besar-besaran.

Secara keseluruhan, diprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga naik di angka 5,05 persen, stabil bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang juga sebesar 5,05 persen.

Konsumsi rumah tangga masih jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Beberapa kebijakan yang sudah dan akan dikeluarkan pemerintah dianggap mendukung lonjakan konsumsi ini.

"Contohnya, kenaikan Upah Minimum Regional, itu saya kira cukup bagus untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan," imbuhnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Libur Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Rumah Tangga Diramal Akan Meningkat
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Petakan Titik Krusial Kemacetan
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Menhub Budi Blusukan Ke Terminal Pulo Gebang
7 Makanan Khas Indonesia yang Biasa Disajikan saat Natal
Pelni Buka Rute Jakarta-Padang di Libur Natal, Harga Tiket Rp285.000 Termasuk Makan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.