Kemenhub Rancang Aturan Sepeda & Skuter Listrik Masuk Dalam Kategori Kendaraan Umum

Kemenhub Rancang Aturan Sepeda & Skuter Listrik Masuk Dalam Kategori Kendaraan Umum
Skuter Listrik di Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
UANG | 21 Februari 2020 21:55 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan tengah merancang payung hukum tentang kendaraan listrik berbasis sepeda yang nantinya diharapkan bisa dimasukan ke kendaraan umum. Aturan ini diperlukan agar memudahkan masyarakat yang membawa sepeda listrik dari rumah (first mile) dan bisa kembali digunakan dari halte/stasiun menuju kantor (last mile).

"Kendaraan ‘personal mobility device, menteri sampaikan empat jenis kendaraan ini untuk first mile dan last mile. Jadi pada saat masyarakat mau ke angkutan umum, bisa gunakan kendaraan ini kemudian nanti dibawa masuk ke angkutan umum setelah turun dipakai lagi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di Jakarta, Jumat (21/2).

Empat kendaraan tersebut, di antaranya skuter listrik, hoverboard, otoped dan unicycle yang belum dimasukkan ke dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Jadi kita akan memayungi pengguna dan pabrikannya. Kalau aspek keselamatan pada pabrikan mungkin ditambahkan stiker pemantul cahaya, harus ada lampunya untuk pemakaian malam, dan kecepatan tidak boleh lebih dari 25 kilometer per jam. Kalau lebih, sudah masuk kategori sepeda motor," katanya.

Untuk itu, Budi mengatakan pihaknya tengah menggodok aspek keselamatan yang perlu diatur, misalnya usulan penggunaan helm, usia minimal pengguna dan jumlah pengendara dalam satu kendaraan.

"Rancangannya, Permenhub sudah kita siapkan, tapi kan kita harus menguji ini kira-kira kalau yang disampaikan menteri adalah aspek keselamatan, yang sudah saya ‘breakdown’ dalam norma-norma ini sudah sesuai belum. Ada aturan bagaimana penggunaannya, helm, usia, bisa dipakai berdua enggak. kita juga bahas jalan umumnya," katanya.

Baca Selanjutnya: Koordinasi dengan Pemda...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami