Kemenhub Sebut Maskapai RI Tengah Rugi, Begini Saham AirAsia dan Garuda

UANG | 10 Juni 2019 18:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan saat ini banyak maskapai tengah merugi. Sehingga pembayaran kepada operator bandara menjadi terganggu, termasuk maskapai Lion Air.

Untuk itu, Kemenhub akan membuat kajian mengenai hal ini, dan secepatnya akan mengeluarkan kebijakan. Dengan demikian, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. "Tidak ada yang untung malahan. Air asia juga hampir Rp1 triliun kalau tidak salah ya (kerugiannya)," imbuhnya.

Dengan melihat kondisi itu, bagaimana pergerakan saham emiten maskapai yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini?

Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat bergerak di zona hijau. Akan tetapi, saham GIAA melemah terbatas.

Pada awal pekan ini, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat berada di level tertinggi 442 dan terendah 422 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.743 kali dengan nilai transaksi Rp14,9 miliar. Saham GIAA pun akhirnya melemah tipis 0,93 persen ke posisi Rp428 per saham.

Saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pun bertahan di zona hijau. Pada awal perdagangan, saham CMPP sempat melemah 10 poin ke posisi Rp185 per saham dari penutupan dua pekan lalu di kisaran Rp195 per saham. Namun, akhirnya berbalik arah ke zona hijau.

Saham CMPP menguat 3,59 persen ke posisi Rp202 per saham. Saham CMPP sempat berada di level tertinggi Rp206 dan terendah Rp185 per saham. Transaksi saham CMPP tidak terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham 89 kali dengan nilai transaksi Rp56,7 juta.

Sementara itu, grup Lion Air belum tercatat di bursa saham Indonesia.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, ada saham emiten maskapai menguat pada awal pekan ini didorong momen Lebaran. "Katalis positif dari periode peak season Lebaran," ujar dia.

Penguatan saham emiten maskapai ini apakah berlangsung dalam jangka pendek atau panjang, menurut Nafan, hal itu tergantung rilis kinerja laporan keuangan kuartal II 2019. "Tergantung rilis kinerja laporan keuangan kuartal II 2019, maka hal ini akan mempengaruhi pergerakan harga sahamnya," tutur dia.

Reporter: Agustina Melani

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Harga Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Kurangi Operasi Armada Saat Mudik
Maskapai Dalam Negeri Tengah Merugi, Kemenhub Buat Kajian
Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Jumlah Penumpang Turun 28,48 Persen
Pekan Depan, Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Bakal Dievaluasi
Pemerintah Tetap Hati-Hati Terkait Rencana 'Impor' Maskapai Asing
Pilot dan Pramugari Terjebak Banjir di Samarinda, Penerbangan Batik Air Delay

(mdk/azz)