Kemenhub Sebut Pengguna Angkutan Umum Mulai Terbiasa dengan PSBB

Kemenhub Sebut Pengguna Angkutan Umum Mulai Terbiasa dengan PSBB
UANG | 18 September 2020 16:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, sektor angkutan umum darat sempat mengalami penurunan selama 3 hari sejak PSBB di terapkan pada 14 September 2020 lalu. Namun saat ini sudah menunjukkan kenaikan.

"Saat PSBB yang di Jakarta kemarin dikembalikan di Senin (14 September 2020) 3 hari turun, namun demikian sekarang ini sudah mulai ada segi kenaikan, masyarakat terbiasa dengan kondisi PSBB transisi yang sebelumnya diumumkan oleh Pak Anies Baswedan. Kondisi ini memang sangat berpengaruh terhadap kondisi transportasi sekarang ini khususnya untuk di kota Jakarta," kata Budi dalam diskusi online Kebijakan Pengendalian dan Ketahanan Bisnis Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Saat Pandemi, Jumat (18/9).

Dia menjelaskan penurunan dan peningkatan kembali dengan cepat lantaran masyarakat sudah terbiasa dalam menggunakan angkutan umum pada masa PSBB transisi new normal. Sehingga masyarakat sudah mampu menyesuaikan dengan keadaan.

Dia menyebutkan data angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk kedatangan dan keberangkatan memiliki angka yang sangat jauh selisih jumlahnya. Misalnya pada April jumlah kendaraan yang datang sebanyak 579.328 kendaraan namun pada Mei menjadi 5.799 kendaraan.

Lalu untuk kedatangan jumlah penumpang pada April sebanyak 2,7 juta penumpang, sedangkan pada Mei hanya 26.004 penumpang. Begitu pun perbandingan untuk keberangkatannya antara April dan Mei sangat signifikan selisihnya, yakni untuk penumpang yang berangkat sebanyak 2,9 juta penumpang, dan Mei hanya 36.232 penumpang saja.

Kendati begitu, Budi mengatakan pada Bulan Juni tren tersebut mengalami kenaikan sebesar 92 persen terhadap bulan Mei, dan kenaikan sebesar 54 persen pada bulan Juli. Selain itu, pihaknya mencatat dampak PSBB sebelumnya beberapa jumlah produksi berbagai jenis Armada angkutan umum mengalami penurunan yang signifikan, khususnya pada Mei lalu penurunannya sebesar 99 persen.

"Armada angkutan umum pada saat sebelum adanya covid-19 cukup tinggi sekali, namun demikian setelah mendekati bulan Mei mulai turun 99 persen," ujarnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Jakarta Kembali PSBB, Jumlah Pengguna Angkutan Kota Diprediksi Anjlok
Tarifnya Paling Murah, Ini 3 Fakta Menarik Bis Tingkat Pertama yang Populer di Medan
Kemenhub Pastikan Jalur Kereta Api di Sulawesi Beroperasi Akhir 2021
Kemenhub Sebut Geliat Transportasi Darat Mulai Tunjukkan Perbaikan
Di Hari Perhubungan Nasional, Menhub Beberkan Tantangan Pembangunan Transportasi
Untung Rugi Program Short Sea Shipping

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami