Kemenhub Siapkan Rp2,9 T Bangun 5 Destinasi Bali Baru Hingga 2020

Kemenhub Siapkan Rp2,9 T Bangun 5 Destinasi Bali Baru Hingga 2020
UANG | 10 September 2019 18:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,953 triliun untuk pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas di 2019-2020. Dari total Rp2,953 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebesar Rp353,99 miliar pada 2019 dan Rp2,6 triliun pada 2020.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan anggaran tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan destinasi pariwisata selain Bali.

"Setelah dapat arahan Presiden, saya dedikasikan anggarannya. Untuk alokasi anggarannya, ada yang memang sudah dianggarkan, ada juga yang kita lakukan efisiensi pada program lain untuk dialihkan mendukung program pariwisata ini," tuturnya di Jakarta, Selasa (10/9).

Menteri Budi Karya melanjutkan, pemerintah telah menetapkan 5 Destinasi Super Prioritas. 4 dari 10 Bali Baru yang sudah masuk super prioritas, yakni Danau Toba Sumut, Borobudur Joglosemar, Mandalika Lombok dan Komodo, Labuan Bajo NTT.

Ditambah 1 Calon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu di Likupang, Sulawesi Utara, yang berasal dari 5 destinasi unggulan, yaitu: Sungai Liat Bangka, Tanjung Gunung Bangka, Cikidang Jabar, dan Likupang Sulut.

"Dukungan yang dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan diantaranya dengan menyusun beberapa kebijakan seperti untuk Transportasi Angkutan Darat, yaitu dengan Pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, Pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata dan Pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air," ujarnya.

Sementara, untuk transportasi perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur kereta menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara.

Untuk transportasi laut, yaitu dengan perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan Terminal Pelabuhan Laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.

Sedangkan untuk transportasi udara, dengan melakukan Perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

Menurut Menhub kebijakan tersebut diturunkan ke dalam berbagai kegiatan prioritas untuk mendukung terwujudnya destinasi pariwisata yang terjangkau atau affordable baik dari sisi keterjangkauan wilayah maupun harga.

"Contohnya daerah yang mengalami problem aksesibilitas seperti di Jogja kita adakan kereta api, kita investasi Rp1 triliun kereta api yang ke bandara. Karena sekarang ini waktu tempuhnya 1,5 jam, kita mau waktu tempuhnya itu kurang dari 1 jam," pungkas Menhub Budi.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6 (mdk/bim)

Baca juga:
Genjot Devisa Pariwisata, AirAsia Lebarkan Sayap ke Timur Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Sebut Kunjungan Wisatawan Menurun di Tahun 2018
Wakadishub jadi Wali Kota Jakut, Anies Pesan Kembangkan Wisata Bahari
Demo Gubernur Sumut, Mahasiswa Tolak Konsep Wisata Halal di Danau Toba
BPS: Tingkat Hunian Kamar Hotel Juli 2019 Naik 4,46 Persen
1,48 Juta Wisman Kunjungi Indonesia di Juli 2019
Mengintip Panorama Kawah Gunung Api Aktif di Lembata NTT yang Instagramable

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami