Kemenkeu: Anggaran Kesehatan di 2021 Bisa Melonjak Capai Rp254 Triliun

Kemenkeu: Anggaran Kesehatan di 2021 Bisa Melonjak Capai Rp254 Triliun
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra
UANG | 4 Februari 2021 17:45 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan memperkirakan anggaran kesehatan untuk tahun ini akan mengalami peningkatan hingga mencapai Rp254 triliun. Adapun di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, anggaran kesehatan tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp169 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani mengatakan, kenaikan alokasi anggaran ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk penanganan Covid-19 di bidang kesehatan. Tambahan anggaran diharapkan bisa mencukupi kebutuhan yang sangat dinamis tahun ini.

"Dengan serangkaian kebutuhan kegiatan dan anggaran penanganan kesehatan, di awal 2021 pemerintah menambah kebutuhan anggaran yang signifikan dari awal Rp169 triliun menjadi kemungkinan bisa mencapai Rp254 triliun perhitungan kita di awal 2021 ini," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis (4/2)

Sejak awal tahun ini, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan anggaran penanganan covid yang cukup dinamis. Paling tidak tembahan kebutuhan anggaran ini diharapkan bisa digunakan untuk menangani pasien dan mendukung ketersediaan peralatan untuk penanganan Covid-19.

"Ini sepenuhnya menjadi prioritas pemerintah sehingga kemudian untuk mendukung penanganan ini kita melakukan refocusing dan relokasi belanja banyak kementerian/lembaga (K/L) sampai 86 K/L untuk mendukung pendanaan di bidang kesehatan," jelas dia.

Seperti diketahui, total anggaran kesehatan untuk 2021 ini sebelumnya sebesar Rp169,7 triliun setara 6,2 persen dari total belanja negara. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp60,5 triliun di antaranya akan digunakan untuk pengadaan vaksin dan penanganan covid-19 pada tahun ini.

"Anggaran kesehatan di dalamnya disampaikan, insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, biaya vaksinasi nakes dan masyarakat, perawatan pasien, obat-obatan, biaya isolasi, 3T, dan pengadaan alkes. Ini satu kebutuhan pokok yang komplit, komprehensif didanai pemerintah berkolaborasi dengan pemda," bebernya. (mdk/idr)

Baca juga:
Dana Insentif Tenaga Kesehatan Rp1,17 Triliun Nyangkut di Rekening Kas Daerah
Kemenkeu: Besaran Insentif Tenaga Kesehatan di 2021 Sama Seperti di 2020
Pemerintah Pastikan Tak Ada Pengurangan Insentif untuk Tenaga Kesehatan Covid-19
DPR Desak Pemerintah Batalkan Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan Covid-19
Staf Sri Mulyani: Tidak Ada Sepeserpun Uang Wakaf Masuk ke APBN
Data Kemenkeu: Penerimaan Negara dari Cukai Vape Capai Rp604,9 Miliar di 2020
Pertumbuhan Asuransi Indonesia Kalah Dibandingkan Thailand dan Filipina

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami