Kemenkeu: Biaya Penanganan Covid-19 Mahal

Kemenkeu: Biaya Penanganan Covid-19 Mahal
UANG | 17 Juli 2020 19:17 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah menambah alokasi anggaran penanganan pandemi virus Corona menjadi Rp695,2 triliun dari sebelumnya Rp677,2 triliun. Angka tersebut bertambah setelah pemerintah menambah anggaran untuk pembiayaan korporasi menjadi Rp53,57 triliun dan kepada pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga sebesar Rp106,11 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengatakan anggaran dikeluarkan pemerintah sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan Corona tersebut terbilang mahal. Apalagi, ditambah pemerintah harus melebarkan defisit anggaran ke level 6,34 persen atau setara Rp1.039,2 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Ini mahal, dan postur terakhir defisitnya 6,34 persen, itu artinya pengeluaran dibanding penerimaan lebih besar sebanyak Rp 1.039,2 triliun, itulah biaya kita menghadapi Covid-19 terutama kesehatan dan ekonomi," kata Febrio seperti dikutip dari siaran instagram, Jumat (17/7).

Baca Selanjutnya: Rasio Utang Melebar ke 37...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami