Kemenkeu: Butuh Regulasi Memanfaatkan Cukai Rokok & Alkohol untuk Kesehatan

Kemenkeu: Butuh Regulasi Memanfaatkan Cukai Rokok & Alkohol untuk Kesehatan
Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki
UANG | 20 Oktober 2020 17:58 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian Keuangan, Didik Kusnaini menyebut bahwa sebenarnya pajak yang dialokasikan (earmarked tax) dapat dimanfaatkan untuk asuransi kesehatan sosial. Praktik ini pun sudah umum dilakukan oleh berbagai negara.

"Pemanfaatan earmarked tax untuk membiayai social health insurance merupakan praktik umum di berbagai negara," kata Didik di Jakarta, Selasa (20/10).

Didik mencontohkan, earmarket tas dalam bentuk Sin Tax Law (STL) di Filipina berhasil mereformasi earmarking terhadap produk tembakau dan alkohol untuk mempromosikan kesehatan. Sehingga bisa memperluas cakupan peserta asuransi PhilHealth.

Sin Tax merupakan bentuk cukai yang diberlakukan untuk rokok dan alkohol. Penggunaan kata 'sin' yang berarti dosa atau kesalahan, dikarenakan alkohol dan rokok memang merugikan kesehatan. Dana yang didapat dari Sin Tax ini lalu secara spesifik digunakan untuk kesehatan.

Di Australia, earmarked tax pada tembakau digunakan untuk membiayai promosi pelayanan kesehatan di Victoria (VicHealth), Australia Barat (Healthway), dan Australia Selatan (Foundation SA).

Sementara itu, di Indonesia implementasi sin tax masih dalam proses legalitas. Sebab masih perlu dukungan dari berbagai pihak untuk pemanfaatannya.

"Namun, untuk implementasi di Indonesia masih perlu proses legislasi yang didorong oleh berbagai pihak," kata Didik.

Baca Selanjutnya: Dampingi Alternatif Lain...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami