Kemenkeu Catat Investasi Hulu Migas Terus Merosot Sejak 2014

Kemenkeu Catat Investasi Hulu Migas Terus Merosot Sejak 2014
blok migas. ©2018 Merdeka.com
EKONOMI | 10 Juni 2021 14:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat, investasi di sektor hulu minyak dan gas mengalami tren penurunan sejak 2014. Investasi hulu migas tahun 2020 berada di angka USD 10 miliar atau sekitar Rp 142,45 triliun (asumsi kurs Rp 14.245), anjlok 50 persen dari tahun 2014 yang sebesar USD 20 miliar.

"Investasi hulu migas masih sangat terbatas. Kita masih harus menemukan cara untuk bisa mengundang eksplorasi lebih banyak sehingga kita bisa manfaatkan reserve yang katanya masih cukup banyak di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (10/6).

Lanjutnya, cekungan yang saat ini beroperasi umumnya klasifikasinya mature (lapangan tua) sehingga tidak dapat diharapkan akan mengalami keberlanjutan operasi.

Oleh karenanya, memang harus ada investasi baru di hulu migas untuk mendorong peningkatan penerimaan migas. "Tentunya kita berharap para pihak di otoritas perminyakan dan pergas-an dapat mencari mitra baru atau mitra lama tumbuh kembali minatnya agar bisa meningkatkan investasi hulu migas," kata Isa.

Isa bilang, dalam konteks penerimaan negara, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi penerimaan negara di sektor migas mulai dari permintaan global, harga minyak mentah Indonesia, lifting, investasi, geografi dan infrastruktur, kebijakan dan regulasi serta transisi energi.

"Secara komprehensif memang harus kita lihat secara lengkap," tuturnya.

Baca Selanjutnya: SKK Migas Sebut Tren Investasi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami