Kemenkeu: Hasil Laporan Keuangan Garuda Indonesia Belum Sesuai Standar Akuntan

UANG | 14 Juni 2019 17:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (Member of BDO Internasional) terkait laporan keuangan tahun 2018 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

KAP ini sendiri merupakan auditor untuk laporan keuangan emiten berkode saham GIIA yang kemarin sempat menuai polemik akibat klaim perolehan pendapatannya oleh Perseroan.

"Kesimpulannya ada dugaan yang berkaitan dengan pelaksanaan audit itu, belum sepenuhnya mengikuti standar akuntansi yang berlaku," tutur Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto di Jakarta, Jumat (14/6).

Namun, Hadiyanto menjelaskan Kemenkeu pada posisi ini juga belum bisa memberikan sanksi kepada KAP. Kemenkeu masih harus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dahulu mengingat Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka.

"Kita sudah banyak perusahaan non emiten yang langsung diberikan pembinaan, peringatan, sanksi tergantung level pelanggarannya. Kalau emiten harus ke OJK juga," paparnya.

"Karena Garuda Indonesia perusahaan publik, emiten yang terdaftar di pasar modal sehingga kita masih berkoordinasi dengan OJK," tandasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Baca juga:
Luhut Akui Maskapai Penerbangan RI Alami Kerugian
Menko Luhut: Harga Tiket Pesawat Mahal Bukan Disebabkan Duopoli
Mengupas Rencana 'Impor' Maskapai Asing Tekan Harga Tiket Pesawat
Kemenhub Sebut Maskapai RI Tengah Rugi, Begini Saham AirAsia dan Garuda
Garuda Indonesia Jadi Maskapai dengan Ketepatan Waktu Terbaik Selama 6 Bulan
Penjelasan Lengkap Garuda Indonesia soal Denda Rp189 Miliar Tuduhan Price Fixing
Penjelasan Garuda Indonesia Soal Harga Tiket Pesawat Capai Rp 21 Juta

(mdk/idr)