Kemenkeu: Insentif Pajak 2018 Capai Rp220 Triliun

UANG | 6 November 2019 11:29 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengklaim sudah memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha sepanjang 2018 hingga mencapai ratusan triliun Rupiah. Ini dilakukan sebagai salah satu langkah mendorong iklim investasi di Tanah Air.

"Angka estimasi yang 2018 pemerintah berikan insentif sebesar hampir Rp220 triliun," kata Suahasil dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Dari estimasi biaya yang dikeluarkan tersebut, pemerintah telah memberikannya dalam bentuk insentif pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN) hingga pembebasan bea masuk atau impor barang tertentu.

"Ini estimasi kita dari pembebasan pajak penghasilan PPN tidak pungut barang impor tidak dikenakan," imbuh dia.

"Sementara kalau tax to GDP ratio 11 persen dan insentifnya 1,5 persen sebetulnya potensi tax to GDP kita bisa 12,5 persen," sambung dia.

Pihaknya berjanji untuk terus berkomitmen memberikan insentif pajak tersebut bagi para pelaku usaha. "Secara rutin kemenkeu akan terus keluarkan angka ini supaya jadi pembicaraan publik," tandas dia.

Baca juga:
Kadin Nilai Insentif Pajak 200 Persen Perluas Pembukaan Lapangan Kerja Baru
Berikut Isi Detail Soal Insentif pada Perpres Mobil Listrik
Pengusaha Lebih Dukung Pemberian Insentif Dibanding Tax Amnesty
Kemenkeu Sebut Penurunan Penerimaan Pajak Bukan Karena Pemberian Insentif
Ditjen Pajak Catat 31 Investor Nikmati Tax Holiday dengan Total Investasi Rp354 T
Perpres dan PP Siap Ditandatangani, Jokowi Target Mobil Listrik RI Bisa Ekspor
Menteri Sri Mulyani Telah Tandatangani Draft Perpres Mobil Listrik

(mdk/bim)