Kemenkeu Nilai Wajar PMI September Anjlok Hampir 4 Persen

Kemenkeu Nilai Wajar PMI September Anjlok Hampir 4 Persen
UANG | 2 Oktober 2020 15:03 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pemerintah mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada September anjlok hampir 4 poin menjadi 47,2 dibandingkan pada Agustus lalu. Saat itu PMI mampu menembus level 50 atau tepatnya 50,8.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Fabrio Kacaribu menilai wajar penurunan indeks PMI tersebut. Penurunan PMI pada bulan September juga dianggap masih lebih baik dibandingkan pada kuartal II 2020 lalu.

Sebagai informasi, pada April lalu, PMI berada di angka 27,5. Posisi ini merosot tajam dibandingkan dengan bulan Maret sebesar 43,5.

"Indonesia terkontraksi lagi PMI-nya sedikit. Walaupun secara kuartalan, rata-rata di kuartal dua dengan kuartal tiga sangat signifikan, kuartal III lebih baik," jelasnya dalam acara Dialogue Kita, Jumat (2/10).

Menurut Febrio, perolehan PMI di level 47,2 amatlah tidak buruk. Hal ini sebagaimana yang telah diprediksi pemerintah seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai wilayah.

"Walaupun data bulan terakhir turun sedikit ke 47,2. Tapi ini tetap tunjukkan konsistensi dengan prediksi kita," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Disebabkan PSBB Ketat...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami