Kemenkeu Sebut Bulog Tak Optimal Manfaatkan Modal dari Negara

UANG | 6 Desember 2019 16:21 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan menyebut bahwa Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) tak optimal memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN). Pada 2015 dan 2016, pemerintah sudah menyuntik modal kepada Bulog dalam melaksanakan bisnis namun nyatanya tidak digunakan dengan baik.

"Yang kami ikuti untuk Bulog adalah 2015, 2016 kita beri PMN dan kemudian kita ikuti apakah sudah digunakan PMN tadi sesuai proposal waktu mereka meminta PMN itu. Jadi sebatas itu pengamatannya. Dan Bulog ini termasuk salah satu BUMN yang pemanfaatan PMN nya tidak optimal," ujar Isa di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/12).

Kurang optimal memanfaatkan modal tidak hanya terjadi pada beberapa tahun lalu, tetapi juga tahun ini. Tahun ini, melalui pengamatan Kemenkeu, Bulog masih sangat rendah dalam memanfaatkan modal dari negara. Padahal perusahaan pelat merah itu, sangat rajin mengajukan permintaan PMN.

"Jadi menarik ini, banyak informasi mengenai ada kekurang bagusan dalam pengelolaan saya tak bisa komentari secara spesifik. Tapi yang jelas PMN yang diberikan pemerintah kalau tidak salah 2019 itu pemanfaatan nya masih sangat rendah. Jadi agak ironis ini ya, di satu sisi ada informasi seperti itu lho kok ada PMN di situ, kok belum dimanfaatkan," jelas Isa.

1 dari 1 halaman

Pengawasan Bulog di Tangan BUMN

Isa melanjutkan, pengawasan dan pembinaan operasional serta kinerja Bulog ada ditangan Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, Kementerian Keuangan tidak bisa melakukan pembinaan secara langsung untuk mengingatkan pemanfaatan PMN.

"Bulog itu salah satu BUMN yang pembinaan dan pengawasannya ada di Kementerian BUMN. Jadi kalau saya diminta pandangan mengenai kegiatan operasional dia, terus apakah pengelolaan keuangannya bagus apa tidak saya tidak bisa detail," paparnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kemendag Akan Buat Aturan Cadangan Beras Agar Tak Membusuk di Gudang
Bos Bulog Minta Sri Mulyani Bayar Selisih Harga Lelang Beras yang Terancam Busuk
Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Pola Baru Pengelolaan Cadangan Beras
Jokowi Minta Manajemen Pengelolaan Cadangan Beras Dibenahi
20.000 Ton Beras Bulog Terancam Busuk, Mendag Agus Gelar Rapat Cari Solusi
Edy Rahmayadi Temukan Beras Impor Berbau Apak Beredar di Medan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.