Kemenkeu Siapkan Rp 3 triliun Dana APBN untuk Pembiayaan Mikro di 2019

UANG | 11 Desember 2018 13:53 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Keuangan menyalurkan dana pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 1,8 triliun hingga akhir 2018. Tahun depan pemerintah menganggarkan sebesar Rp 3 triliun untuk pembiayaan tersebut.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mengatakan, penyaluran UMi ini merupakan ketiga kalinya. Pembiayaan tersebut telah diterima oleh 608.000 pelaku usaha mikro.

"APBN 2018 Rp 2,5 triliun sampai akhir tahun, sekarang masih Rp 1,8 triliun. Sebelumnya Rp 1,5 triliun. Tahun depan Rp 3 triliun. Bedanya dengan KUR, UMi dananya dari APBN. Penyelenggaranya melalui perbankan," ujar Marwanto di Dhanapala, Jakarta, Selasa (11/12).

Marwanto mengatakan, pemerintah membatasi penyaluran UMi maksimal Rp 10 juta. Rata-rata penerima sebesar Rp 2 juta per pelaku usaha mikro. Pembiayaan ini diharapkan mampu membantu pengusaha mikro.

"Ini dananya dari APBN, disalurkan melalui lembaga non-bank. Kredit maksimal Rp 10 juta. Jadi rata-rata ada yang Rp 5 juta, ada yang Rp 2 juta. Yang betul bisa melayani pengusaha kecil di seluruh nusantara," jelasnya.

Saat ini, Pemerintah menggandeng lembaga yang menyediakan elektronik money atau uang elektronik dalam menyalurkan UMi. Sehingga ke depan debitur dapat melalukan transaksi secara cashless.

"Saat ini akan kita lakukan, menggandeng lembaga yang menyediakan elektronic money atau Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Karena selama ini pemerintah ingin data yang akurat terhadap uang ultra mikro ke siapa dan untuk apa," jelasnya.

Baca juga:
Cerita Sri Mulyani Gunakan Media Sosial Sampaikan Kondisi APBN
Biayai APBN 2019, Kemenkeu Terbitkan Surat Utang USD 3 Miliar
Penerimaan pajak dipatok Rp 1.786,4 triliun di 2019
Ini alasan pemerintah patok Rupiah Rp 15.000 per USD di 2019
Defisit APBN Rp 296 triliun di 2019 mampu jaga ketahanan fiskal RI
Sri Mulyani: APBN 2019 menggambarkan optimisme namun penuh kehati-hatian

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT