Kemenkeu yakinkan negara tak akan bangkrut meski utang menumpuk

Kemenkeu yakinkan negara tak akan bangkrut meski utang menumpuk
UANG | 13 April 2018 15:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Keuangan meyakinkan bahwa pemerintah tidak akan bangkrut meski utang meningkat. Pihaknya menekankan agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

"Jadi bangkrut itu tidak mungkin. Itu jauh panggang dari api lah, aman sekali," ungkap Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Brahmantio Isdijoso, saat ditemui, di Kompleks Universitas Indonesia, Depok, Jumat (13/4).

Dia menjelaskan bahwa ciri-ciri kebangkrutan antara lain berkurangnya kepercayaan pemberi pinjaman terhadap pemerintah. "Bangkrut itu indikasi pertamanya tidak ada lagi orang yang mau memberikan pinjaman. Terus dianggapnya tidak kredibel," jelasnya.

Indikasi ini dipatahkan dengan pemberian kenaikan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil oleh Moody's Investor Service (Moody's) pada 13 April 2018.

"Moody's saja naikkan rating. Iya kan. Jadi jauh sekali. Orang berpersepsi bangkrut itu membingungkan," tambah dia.

Selain, itu meskipun utang pemerintah Indonesia meningkat, juga diimbangi dengan kemampuan untuk membayar yang masih baik. "Kita tidak pernah nunggak. Tidak pernah menyalahi janji kontrak pinjaman," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Moody's naikkan peringkat utang RI, Menkeu Sri Mulyani tak mau berpuas diri
Peringkat utang RI kembali naik, ini dampaknya ke ekonomi Indonesia versi Kemenkeu
BI ingatkan kenaikan peringkat utang RI momentum pengusaha cari pembiayaan
BI atur tata cara transaksi surat berharga komersial, ini aturan pokoknya
Moody's naikkan peringkat utang RI ke Baa2 outlook stabil karena mampu jaga defisit
Tak hanya untuk infrastruktur, ini alasan utang RI capai Rp 4.000 triliun
Jaga utang tetap stabil, Bank Indonesia godok aturan Komodo Bond

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami