Kemenko Perekonomian: Tak Cuma China yang Terimbas Virus Corona

Kemenko Perekonomian: Tak Cuma China yang Terimbas Virus Corona
UANG | 18 Februari 2020 15:16 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan akibat penyebaran Covid-19 atau Virus Corona pertumbuhan ekonomi di China bakal mengalami penurunan. Beberapa negara pun ikut terdampak jika pertumbuhan ekonomi di China mengalami penurunan.

"Kalau China turun 1 persen, sangat besar buat dunia karena GDP China USD 14,4 triliun," kata Susiwijono di Gedung Pakarti, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

Jika penurunan pertumbuhan ekonomi di China hingga satu persen, maka akan berdampak pada Indonesia. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut merosot 0,2 persen sampai 0,3 persen.

Untuk itu pemerintah masih memantau perkembangan virus Corona sambil menyiapkan antisipasi. Sebab pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi bertahan di angka 5 persen.

Antisipasi yang dilakukan dengan mempercepat pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Tak hanya itu, pemerintah juga mulai memberikan berbagai bantuan di awal tahun untuk mengantisipasi hal buruk yang bakal terjadi.

Beberapa kebijakan lainnya pun sedang disiapkan pemerintah. Berharap antisipasi yang dilakukan bisa mengurangi dampak negatif dari penurunan pertumbuhan ekonomi yang ada di China.

"Mudah-mudahan beberapa set off yang kita kejar mau di dorong di Q1," kata Susi sapaannya.

1 dari 1 halaman

Berdampak pada Seluruh Sektor

Pengamat Ekonomi Chatib Basri mengatakan implikasi dari virus corona ini bakal berdampak pada berbagai sektor. Ekspor Indonesia juga mulai mengalami perlambatan.

Begitu juga dengan impor. Jika barang impor terlambat akan berdampak ke berbagai sektor. Misalnya harga barang jadi naik.

"Jika barang modal maka produksi akan terganggu sehingga akan berefek ke growth, turis wisman ga kesini dan aktivitas yang terkait itu," papar Chatib.

Akibatnya, perdagangan terhadap PDB Indonesia relatif lebih kecil dibanding dengan Singapura. Untuk itu perlu diantisipasi dengan memberikan program PKH, program cash of training, program Kartu Prakerja.

Pada sektor pariwisata, bisa ditopang dengan menggerakkan wisatawan domestik. Sebagaimana pernah dilakukan pasca Bom Bali bebeapa waktu lalu.

Caranya bisa memberikan diskon penginapan di daerah wisata. Again mendorong kantor pemerintahan membuat rapat-rapat di daerah.

"Kalau pemerintah mau rapat bikin di daerah, diskon airfare bisa dilakukan beberapa bulan," kata Chatib. (mdk/did)

Baca juga:
Tiga WNI Penumpang Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang Positif Terinfeksi Corona
Direktur Rumah Sakit di Wuhan Meninggal karena Corona
Cerita WNI dari Wuhan Sempat Ditolak di Kampung Halaman karena Corona
Bank Sentral China Cuci Uang yang Berpotensi Tertular Virus Corona
Pasien Virus Corona Meninggal Dunia di China 1.868 Orang
Mahasiswi Klaten Usai Karantina di Natuna: Mohon Masyarakat Tak Takut Dengan Kami
Seorang Warga Diisolasi di RSMH Palembang, Diduga Suspect Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5