Kemenperin: Cukai Minuman Berpemanis Turunkan Permintaan karena Harga Makin Mahal

Kemenperin: Cukai Minuman Berpemanis Turunkan Permintaan karena Harga Makin Mahal
Mitos tentang minuman berpemanis. ©huffingtonpost.com
UANG | 21 Februari 2020 15:07 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mulai menganalisis dampak pengenaan cukai terhadap minuman berpemanis terhadap industri minuman di Tanah Air. Ini menanggapi usulan Kementerian Keuangan kepada Komisi XI DPR beberapa waktu lalu.

"Kami sedang menganalisis dampaknya terhadap industri minuman, dengan asosiasi dan industri, karena hal ini kan juga beritanya baru minggu ini, kita harus punya analisis dampak secara kuantitatif," kata Direktur Industri Hasil Minuman Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Supriadi dikutip Antara, Jumat (21/2).

Namun, dia memprediksi bahwa pengenaan cukai tersebut pasti akan berdampak terhadap penurunan permintaan, karena adanya kenaikan harga jual.

"Yang sudah pasti secara kualitatif dengan adanya kenaikan cukai berdampak pada penurunan demand karena adanya kenaikan harga jual," ujar Supriadi.

Selain itu, kinerja produksi juga diproyeksi akan menurun dan berdampak terhadap pertumbuhan industri minuman. Kendati demikian, dia belum dapat memastikan secara kuantitatif berapa penurunan permintaan yang akan terjadi.

"Kalau kuantitatifnya kita masih sedang menghitung," kata Supriadi.

Baca Selanjutnya: Rencana Pengenaan Cukai...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami