Kemenperin Dorong Industri Kosmetik Manfaatkan Sumber Daya Lokal

Kemenperin Dorong Industri Kosmetik Manfaatkan Sumber Daya Lokal
UANG | 2 Agustus 2020 16:30 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian terus mendorong industri kosmetik di dalam negeri untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal sebagai bahan baku. Selain karena Indonesia kaya dengan keanekaragaman hayati, langkah ini juga memacu substitusi impor dan mewujudkan kemandirian nasional.

"Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3Tahun 2014 tentang Perindustrian, Indonesia ditargetkan bisa menjadi negara industri yang tangguh," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Minggu (2/8).

Doddy mengatakan, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah BPPI Kemenperin, yakni Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) yang berlokasi di Jakarta memiliki fokus litbang pada sediaan kosmetik atau farmasi berbasis bahan alam.

"Berdasarkan definisi dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, kosmetik adalah suatu bahan yang digunakan pada tubuh manusia atau bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan," ujarnya

Adapun produk kosmetik saat ini menjadi sebuah tren atau gaya hidup, dan konsumennya tidak hanya kaum perempuan saja. Selain itu, konsumen semakin menggemari produk perawatan kulit (skincare) yang back to nature, tutur Doddy.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara-negara penghasil produk jamu dan kosmetik berbahan alami lainnya seperti China, Malaysia maupun Thailand. Sebab, Indonesia memiliki potensi tanaman obat yang banyak tumbuh di berbagai wilayah dengan jumlah sekitar 30.000 spesies dari 40.000 spesies tanaman obat di dunia dan juga sangat prospektif untuk dikembangkan karena kebutuhan yang cukup potensial di pasar lokal maupun global.

Merujuk data BPS, pada triwulan I-2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59 persen. Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus USD317 juta pada semester I-2020 atau naik 15,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Indikator tersebut menunjukkan bahwa industri farmasi Indonesia tumbuh dengan pesat dan mampu menyediakan sekitar 70 persen dari kebutuhan obat dalam negeri," tukasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenperin Dorong Percepatan Produksi Kendaraan Listrik
Strategi Pemerintah Kejar Target Substitusi Impor 35 Persen di 2022
Semester I-2020, Investasi Sektor Industri Domestik Naik 23,9 Persen
Semester I-2020, Kinerja Ekspor Manufaktur Capai 79 Persen
Kemenperin Dorong Penerapan SNI Jaga Daya Saing Produk Batik RI
Dominasi IKM RI, Industri Pangan Didorong Berorientasi Ekspor

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami