Kemenperin: Investor Tekstil China Tak Mau Kolaborasi dengan Perusahaan Lokal

UANG | 4 September 2019 10:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong interlinkage antar sektor agar bisa mengembangkan industri otomotif, tekstil dan produk tekstil (TPT), dan alas kaki dalam negeri. Kolaborasi dipandang penting dalam menambah kontribusi industri ke perekonomian dengan target 19,3 persen di tahun 2024.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Muhdori menyebut bahwa industri tekstil di Indonesia masih lebih kuat ketimbang Vietnam dan Bangladesh. Sebab, hulu dan hilir masih dikuasai lokal. Namun, Kemenperin menyayangkan investor tekstil China yang malah enggan bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri.

Hal itu dinilai bertentangan dengan semangat investasi kolaboratif dan menyebabkan distorsi di dunia industri.

"Pengalaman di industri tekstil dan alas kaki, banyak investor China masuk akuisisi di Jateng dan Jabar, tapi mereka enggan kerja sama dengan perusahaan dalam negeri," ucap Muhdori di Jakarta, Rabu (4/9).

Kemenperin menyebut industri tekstil pada umumnya masih dikuasai lokal dari hulu sampai hilir. Ini menghilangkan kekhawatiran bahwa investasi akan lari ke luar negeri, sebab pelaku industri masih orang Indonesia.

"Menurut analisis kami, yang di Vietnam dan Bangladesh kekokohannya itu tak sebagus di Indonesia karena di Indonesia terintegrasi dari hulu dan hilir dan pelakunya saudara-saudara kita, dan tak mungkin rezekinya dialihkan ke luar," ujar Muhdori.

Pihak Kemenperin pun mendukung adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dan percaya bisa memajukan industri dengan mengandalkan perusahaan yang sudah eksisting, kemudian ditambah sentuhan teknologi revolusi industri 4.0 dan pengembangan pendidikan vokasi.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan.com

Baca juga:
Menko Luhut Ajak Masyarakat Dukung Karya Anak Bangsa
Menko Luhut Soal Performa Gesits: Bunyinya Halus
Kemenperin Beri Diskon 30 Persen Pembelian Peralatan Produksi IKM
Kemenperin Beberkan Dukungan Pemerintah untuk Industri Galangan Kapal RI
Kemenperin Gandeng GO-JEK dan Grab Uji Coba Motor Listrik

(mdk/idr)