Kementan: Jamur Enoki Boleh Dikonsumsi Asal Bukan dari Korea Selatan

Kementan: Jamur Enoki Boleh Dikonsumsi Asal Bukan dari Korea Selatan
UANG | 2 Juli 2020 12:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi membolehkan masyarakat mengonsumsi jamur enoki yang bukan berasal dari Korea Selatan dan bukan produksi dari Green Co Ltd,. Masyarakat katanya boleh mengonsumsi merek lain, misal dari China dan lainnya.

"Boleh dikonsumsi tapi bukan produksi Green Co dari Korea Selatan, banyak produk di daerah lain yang masih ada jamur enoki tapi produk China, boleh dikonsumsi," kata Agung dalam konferensi pers Jamur Enoki, di Kementerian Pertanian, Kamis (2/7).

Ini merupakan tindaklanjut dari temuan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan yang mengandung bakteri berbahaya Listeria monocytogenes. Badan Ketahanan Pangan Kementan pun telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki pada 22 Mei dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara.

"Mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan berhati-hati, dalam mengonsumsi jamur enoki melakukan pengolahan minimal pada suhu 75 derajat celcius agar aman dikonsumsi," katanya.

Pihak Kementan sendiri sudah menganalisis lebih lanjut bagaimana amannya mengonsumsi jamur enoki. Ternyata jamur enoki itu mati pada suhu 75 derajat celcius, dan dalam waktu masak selama 5 menit.

Agung mengatakan bahwa Badan Ketahanan Pangan sebagai otoritas kompetensi keamanan pusat sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, yakni lakukan meminta kepada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd. korea Selatan yang tercemar.

Lalu, PT Green Box meminta PT Siklus Mutiara Nusantara, memusnahkan pangan tercemar pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020, yang disaksikan oleh perwakilan oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.16t kg.

"Sebagai langkah preventif, BKP memerintahkan semua OKKP Daerah melakukan pengawasan jamur Enoki asal Korea Selatan yang beredar," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Peningkatan Pengawasan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami