Kementan: Potensi Lahan Sagu Indonesia 5,5 Juta Hektare, Baru Dimanfaatkan 5 Persen

Kementan: Potensi Lahan Sagu Indonesia 5,5 Juta Hektare, Baru Dimanfaatkan 5 Persen
UANG | 20 Oktober 2020 15:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi lahan sagu mencapai 5,5 juta hektare. Sagu ini bisa menjadi alternatif pangan yang sehat dan bergula rendah selain beras. Namun demikian, pemanfaatannya baru mencapai 5 persen saja.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menyatakan, dari jumlah tersebut lahan yang baru dioptimalkan baru sekitar 314.000 hektare saja.

"Dari 5,5 juta hektare, baru 314.000 hektare saja yang digunakan, itu pun dengan provitas 3,57 ton per hektare, yang sebenarnya bisa ditingkatkan jadi 10 ton," ujar Momon dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10).

Momon menjelaskan, provitas yang rendah ini disebabkan oleh metode pengolahan yang masih tradisional. Sebagai informasi, hampir 96 persen lahan ini dimanfaatkan oleh perkebunan rakyat.

Untuk itu, Kementan menyiapkan beberapa kebijakan agar optimalisasi sagu menjadi bahan pangan pokok alternatif beras bisa terjadi.

Kebijakan itu berupa perluasan area tanaman sagu serta upaya peningkatan produktivitas dan peningkatan kualitas dari sagu itu sendiri.

"Untuk produktivitas ini tentu teman-teman LitBang agar provitas meningkat, lalu kualitas (ditingkatkan) melalui fasilitasi sarana prasarana sagu dan diversifikasi produk tidak hanya untuk papeda namun juga yang lain," kata Momon.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Kemendag Sebut Pandemi Jadi Peluang Tingkatkan Produk Pertanian Lokal
Dahulu Jadi Makanan Ular, Jabar Kembangkan Umbi Porang untuk Ketahanan Pertanian
BPS Perkirakan Produksi Padi Tahun ini Capai 55,16 Juta Ton
Lebarkan Akses Mitra Petani, TaniHub Gandeng Boost Indonesia
Pemerintah Jokowi akan Pungut Pajak Sektor Digital dan Pertanian

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami