Kementerian ATR Utamakan Keamanan Sertifikat Tanah Elektronik

Kementerian ATR Utamakan Keamanan Sertifikat Tanah Elektronik
sawah. shutterstock
UANG | 8 Maret 2021 13:14 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) akan mengutamakan jaminan keamanan dari sertifikat tanah elektronik yang sedang disiapkan, dan akan diimplementasikan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Digitalisasi pada dokumen atau sertifikat tanah dinilai sebagai keniscayaan dalam waktu cepat atau lambat, sehingga perlu disiapkan hal teknis dan keamanan berlapis.

Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan detail teknisnya seperti data dokumen elektronik, validasi data pertanahan hingga dasar hukum yang mengatur kepemilikan hingga alur pembuktian dan penyelesaian sengketa.

"Sertifikat tanah elektronik saat ini belum berlaku, kita akan berusaha terapkan secara bertahap di Jakarta dan Surabaya," kata Surya dikutip Antara, Senin (8/3).

Kementerian ATR/BPN juga mempersiapkan dari sisi keamanan yang tinggi dengan diawasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Nantinya, penerapan sertifikat tanah digital menggunakan ISO: 27001 2013 yaitu untuk sistem manajemen keamanan informasi yang memastikan segala proses yang dilakukan sesuai analisa risiko dan mitigasi berdasarkan praktik-praktik terbaik.

Sertifikat tanah elektronik juga menggunakan 2-factor authentification dan tanda tangan elektronik yang menggunakan otorisasi sertifikat oleh Badan Sertifikasi Elektronik (BSRE). Data digital dari Kementerian ATR/BPN digunakan dalam model terenkripsi atau terproteksi dengan algoritma rumit dan dicadangkan secara teratur di dalam pusat data.

Baca Selanjutnya: Percepatan Legalisasi Aset Tanah...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami