Kementerian BUMN Ingin PNM Ikut Salurkan Kredit Usaha Rakyat

UANG | 22 November 2019 14:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung PT Permodalan Nasiona Madani (Persero) ‎agar mendapatkan sumber pendanaan murah dan disalurkan ke masyarakat melalui pinjaman.

‎Asisten Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan II, Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan, PMN memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera, dengan memberikan pinjaman dana dan pelatihan usaha.

"PMN bagus mengangkat kesejahteraan keluarga prasejahtera di Indonesia ada 15 juta lebih keluarga pra sejahtera. Nasabah PMN 5,8 juta kali 4 anak artinya 23 juta keluarga prasejahtera," kata Roziqin di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11).

Menurut Roziqin, dengan peran yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PNM perlu mendapat dukungan untuk mendapat dana dengan bunga yang murah, sehingga bisa menjaga bunga pinjaman ke masyarakat ‎tetap kecil.

"Satu hal yang Peru kita dorong, yaitu segera ada program pemerintah membantu PNM mendapatkan dana yang murah," ujarnya.

Roziqin pun memiliki gagasan sumber dana murah bisa berasal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan pemerintah. ‎Saat ini penyalur KUR hanya perbankan, seharusnya bisa juga dilakukan PMN. Pasalnya, PMN bisa langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

"Program presiden KUR itu disalurkan lewat bank, sedangkan keluarga prasejahtera saya nggak yakin punya akses bank atau tidak, sedangan PNM hadir langsung menusuk jantung ke area area yang jadi sasaran. Yang hebatnya lagi ada pela‎tihan untuk keuarga prasejahtera sedangkan perbankan tidak ada," tandasnya.

1 dari 1 halaman

PNM Layani 5,8 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah melayani sebanyak 5.808.081 juta nasabah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) per 21 November 2019. Nasabah yang dilayani PNM Mekaar merupakan perempuan pra sejahtera pelaku usaha mikro.

Direktur utama PNM, Arief Mulyadi menyebutkan pinjaman yang diberikan untuk nasabah Mekaar adalah Rp2 juta hingga Rp5 juta. Sementara itu untuk plafon Rp7-10 juta diberikan untuk nasabah Mekaar Plus yang baru berjalan 3 bulan terakhir ini.

"Karena kami punya pertimbangan bahwa para ibu ini punya kemampuan produktif untuk berusaha, cuma mereka sangat sulit mengakses lembaga-lembaga keuangan yang pada akhirnya mereka berhadapan dengan bank ucek-ucek, kan kasian," kata dia dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11).

Selain itu, usaha para ibu-ibu selalu berorientasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Sebab mereka tidak mempunyai akses untuk bekerja di perusahaan sehingga harus memiliki usaha sendiri meskipun kecil-kecilan.

"Mau kerja tidak punya ijazah, jadi mereka terpaksa berusaha. Usahanya tuh karena terpaksa (demi memenuhi kebutuhan), mereka tidak lahir dan bercita-cita untuk jadi pengusaha," ujarnya.

Untuk memulai usaha, tentu para ibu-ibu ini memerlukan modal. Sementara akses mereka untuk memperoleh pinjaman dari perbankan tidak memenuhi kriteria atau bankable.

"Ke lembaga keuangan kita sama-sama tahu ada persyaratan atau mungkin jaminan yang mereka tidak bisa siapkan," ujarnya.

Dengan adanya program Mekaar ini diharapkan para ibu-ibu pra sejahtera tersebut dapat memulai dan memiliki usaha untuk membantu kelangsungan hidup keluarga dan masa depan pendidikan anak-anak mereka. "Untuk menciptakan generasi yang akan datang bagaimana mereka mendidik dan memfasilitasi putra putrinya untuk mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Per 21 November, PNM Layani 5,8 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Terbitkan Obligasi, PNM Dapat Dana Segar Rp 1,35 Triliun
PNM IM Berencana Terbitkan KIK EBA pada Kuartal I 2020
Resmi Ditawarkan, Reksadana Milik PNM Raup Dana Kelolaan Awal Rp6 M
Masyarakat Menengah ke Bawah Bisa Investasi Mulai dari Rp10.000
PNM Target Salurkan Kredit Rp14 Triliun ke UMKM Sampai Akhir 2019