Kementerian ESDM Sebut Minyak Jelantah Bisa Jadi Bahan Baku Biodiesel

Kementerian ESDM Sebut Minyak Jelantah Bisa Jadi Bahan Baku Biodiesel
Ilustrasi minyak jelantah. ©Waste4Change
UANG | 18 April 2021 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai berpotensi memenuhi kebutuhan biodiesel nasional hingga 32 persen. Minyak jelantah ini tercatat bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar biodiesel secara komersil.

Subkoordinator Keteknikan Bioenergi Kementerian ESDM Hudha Wijayanto mengungkapkan, ada 2 prinsip utama yang harus dipenuhi apabila menjadikan jelantah sebagai bahan baku biodiesel.

"Pertama, kualitas minyak jelantah harus mencapai standar spesifikasi biodiesel. Kedua, punya nilai keekonomian tinggi dan dapat diimplementasikan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/4).

Menurut Hudha, jika minyak jelantah dikelola dengan 2 prinsip tersebut, maka pemanfaatannya dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional. "Jika kedua prinsip tersebut bisa dipenuhi oleh biodiesel dari jelantah, maka potensi jelantah sebesar 3 juta kiloliter per tahun akan dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Engagement Unit Manager Traction Energy Asia Ricky Amukti menandaskan keberadaan minyak jelantah sebagai bahan bakar biodiesel memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan.

"Minyak jelantah yang dibuang sembarangan akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan hidup. Jika menumpuk di selokan, akan menimbulkan bau dan air selokan jadi kotor. Jika terserap di tanah, kualitas tanah akan menurun," ungkapnya.

Ricky menambahkan penggunaan biodiesel dari minyak jelantah ini akan menekan jumlah emisi karbon. Berdasarkan analisa Kementerian ESDM, biodisel sendiri berpotensi mengurangi 91,7 persen emisi karbon dibandingkan solar.

"Jika memanfaatkan jelantah, kita tak perlu mengganti hutan dengan perkebunan kelapa sawit, yang justru berpotensi meningkatkan emisi karbon," tuturnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Indef Sayangkan Porsi Dana Peremajaan Kelapa Sawit Sangat Kecil
Percepatan Kebijakan Biodiesel Dikhawatirkan Berdampak Pada Kerusakan Lahan
Realisasi Pemanfaatan Biodiesel untuk Dalam Negeri
Subsidi Program Biodiesel 2021 Diprediksi Membengkak
BPDPKS Catat Penyaluran Insentif Biodiesel di 2020 Capai Rp28,01 Triliun
Pemerintah Tunda Penerapan Program B40 Tahun ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami