Kementerian Investasi dan BRI Kolaborasi Permudah Izin bagi UMKM

Kementerian Investasi dan BRI Kolaborasi Permudah Izin bagi UMKM
Bank BRI. ©2020 Merdeka.com
UANG | 8 Mei 2021 18:35 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Investasi melakukan kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk terkait sinergi pelayanan perizinan berusaha bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Kerja sama Penanaman Modal Riyatno dan Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN Agus Noorsanto di Kantor Kementerian Investasi.

Riyatno menyampaikan, saat ini fasilitasi UMKM menjadi salah satu fokus Kementerian Investasi yang merupakan arahan langsung Presiden RI Joko Widodo dan juga amanat Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) serta peraturan pelaksanaannya. "Melalui kerja sama Kementerian Investasi/BKPM dengan PT BRI (Persero) ini diharapkan dapat memberikan kemudahan perizinan berusaha bagi UMKM yang pada umumnya belum memiliki legalitas berupa NIB (Nomor Induk Berusaha), khususnya yang berada di bawah binaan PT BRI," ujar Riyatno dalam pernyataannya, Sabtu (8/5).

Riyatno menjelaskan target pemerintah setelah diberlakukannya sistem Online Single Submission (OSS) yang akan diluncurkan pada tanggal 2 Juni 2021 mendatang adalah dapat memberikan legalitas sebanyak mungkin bagi pelaku UMKM seluruh Indonesia. Sesuai dengan data yang ada di Kementerian Investasi/BKPM pada periode 9 Juli 2018 sampai dengan 31 Maret 2021, total perizinan berusaha yang diterbitkan melalui OSS sebanyak 2.761.139 NIB, yang terdiri dari 1.688.377 NIB Usaha Mikro Kecil (UMK) (61%), 479.538 NIB Usaha Menengah (17%), dan 593.224 NIB Usaha Besar (UB) (22%). Jika dijumlahkan, maka total perizinan berusaha UMKM yang diterbitkan sebanyak 2.167.915 NIB atau 78 persen dari total perizinan.

Melalui kerja sama ini, UMKM khususnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan tingkat risiko rendah akan memperoleh kemudahan mendapat NIB yang berfungsi tidak hanya sebagai identitas dan legalitas, namun juga sebagai perizinan tunggal mencakup Standar Nasional Indonesia dan Sertifikasi Jaminan Produk Halal setelah mendapat pembinaan dari instansi terkait, sesuai ketentuan perundang-undangan.

Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN PT BRI (Persero), Agus Noorsanto menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Kementerian Investasi/BKPM melakukan sinergi dalam pelayanan perizinan untuk UMKM. Di mana hampir 80 persen portofolio nasabah dari PT BRI (Persero) merupakan UMKM.

"Kerja sama ini merupakan salah satu manifestasi upaya kami untuk mempermudah akses pelaku UMKM terhadap berbagai layanan dan produk keuangan dari perbankan. Pelaku UMKM tak perlu khawatir lagi, karena nantinya setelah terdaftar resmi dan memiliki NIB yang diterbitkan OSS, maka mereka bisa langsung mengurus pengajuan pinjaman, pembukaan rekening, dan menikmati layanan lain dari BRI tanpa ribet," ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kementerian Investasi/BKPM akan memperoleh database pelaku usaha UMKM yang saat ini terdapat 12 juta nasabah UMKM yang tercatat di PT BRI (Persero). Bagi PT BRI (Persero), melalui kerja sama ini akan meningkatkan kepercayaan kepada UMKM karena memiliki izin usaha yang resmi dan tidak ada keraguan dalam memberikan pembiayaan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan pengusaha UMKM.

Melalui sinergi ini, Kementerian Investasi/BKPM dan PT BRI (Persero) akan saling mendukung dalam melakukan diseminasi informasi perizinan berusaha bagi UMKM. Kemudian, kolaborasi juga akan dilakukan dalam fasilitasi perizinan berusaha, penyelesaian hambatan berusaha, promosi layanan perbankan, serta penggunaan data perizinan berusaha sesuai ketentuan yang berlaku. (mdk/did)

Baca juga:
Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Mulai Tumbuh Baik Dibanding 2020
Menteri Bahlil Ungkap Strategi Capai Investasi Rp900 Triliun Tahun Ini
Bahlil: Kementerian Investasi akan Perkuat Kerja Sama dengan LPI
Menteri Bahlil: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2021 Belum Menggembirakan
Usai Dilantik Jadi Menteri Investasi, Ini Target 100 Hari Kerja Bahlil
Bahlil soal Jokowi Minta Investasi Rp900 Triliun: Sebagai Prajurit, Saya Jalankan
Kementerian Investasi Hadir, 2021 Tahun yang Tepat Bagi Investor Tanam Modal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami