Kementerian LHK terus kembangkan bioenergi berbasis tanaman hutan

UANG | 10 Maret 2017 17:14 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengkaji dan mengembangkan riset agar tanaman hutan bisa dijadikan sumber bioenergi. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Dwi Sudharto mengatakan, jenis tanaman yang bisa dijadikan bioenergi adalah Nyamplung, Kepuh, Malapari dan Bintaro, sedangkan tanaman untuk bioethanol antara lain, Lontar, Aren dan Sagu.

"Tanaman untuk biomassa ada Akor, Kaliandra, Weru dan Turi," kata Dwi Sudharto di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/3).

Menurutnya, teknik budidaya tanaman energi telah dikuasai pembibitan maupun penanaman. Selain itu, pihak berencana membangun desa mandiri berbasis aren sebagai percontohan pemanfaatan tanaman aren.

"Tujuan menghasilkan inovasi iptek pengolahan bioenergi berbasis nira aren. Menghasilkan juga inovasi iptek pengolahan produk tanaman aren sebagai bahan pangan," kata dia.

Selain itu, bioenergi itu bisa meningkatkan kelompok usaha misalnya petani, badan usaha desa dan koperasi. Nantinya, masyarakat juga bisa melakukan usaha secara mandiri.

"Kesinambungan bahan baku perlu penanaman yang terstruktur dengan varietas unggul, saat ini tanaman aren yang ada adalah tanaman yang tumbuh secara alami," tukasnya.


Pemerintah dorong penggunaan EBT pada kendaraan listrik
Disparitas jadi tantangan pemerintah capai bauran energi 23 persen
Menteri Jonan beberkan penyebab EBT di Indonesia kurang berkembang
Dukung EBT di Indonesia, Prancis luncurkan klub energi terbarukan
Pengembangan EBT di Indonesia butuh Rp 1.600 triliun

(mdk/idr)