Kementerian PUPR: Pembangunan Fisik Rusun Pasar Jumat Selesai Akhir Bulan Ini

Kementerian PUPR: Pembangunan Fisik Rusun Pasar Jumat Selesai Akhir Bulan Ini
UANG | 7 Juli 2020 10:25 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat progres fisik pembangunan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi di Pasar Jumat DKI Jakarta sudah mencapai 90 persen. Diharapkan dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi kenormalan baru

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun penting untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja. Termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri.

"Kepada PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana untuk segera menyelesaikan pembangunan Rusun tersebut dengan tetap menjaga kualitas, agar bisa dimanfaatkan ASN dengan baik," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/7).

Menurutnya, Rusun Pasar Jumat merupakan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Rusun tersebut dibangun di atas lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR seluas 5.300 meter persegi tersebut berada tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik dinilai memberikan efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Diharapkan konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

1 dari 1 halaman

Konstruksi Selesai Juli 2020

juli 2020 rev1

Sementara itu, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH menyatakan progres fisik pembangunan Rusun Pasar Jumat hingga saat ini sudah sekitar 90 persen. Ditargetkan pada akhir bulan Juli 2020 seluruh pekerjaan konstruksi bangunan sudah rampung.

Luas bangunan utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2.800 meter persegi terdiri dari 18 lantai. Yakni 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit, 2 lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2.

Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36. Dimana dilengkapi dengan fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet duduk, juga ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 KWh.

Pembangunan Pasar Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan dinding. Untuk precast pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

"LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup banyak. Sementara HCS sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang dimana kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran," jelasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Dinas Perdagangan Salatiga Pastikan Pasar Pagi Bebas Covid-19
Pemkot Tangsel Bakal Revitalisasi Pasar Ciputat Tahun Ini
Biaya Revitalisasi Habiskan Rp292 Miliar, Pemerintah Resmikan Pasar Atas Bukittinggi
Inovasi Pasar Pagi Kota Salatiga Terapkan Protokol Kesehatan
Pembangunan Proyek Pasar Senen Blok I dan II
Fakta di Balik Unggahan Jokowi Soal Foto Keliling dan Bertemu Pedagang Pasar Johar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami