Kemitraan IA-CEPA Resmi Berlaku, Ini Keuntungannya

Kemitraan IA-CEPA Resmi Berlaku, Ini Keuntungannya
UANG | 10 Juli 2020 12:38 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan Perjanjian Kemitraan Komprehensif Bidang Ekonomi atau Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah resmi berlaku pada 5 Juli 2020.

"CEPA ditandatangani pada tanggal 4 Maret 2019, dan Diratifikasi melalui UU Nomor 1/2020 tanggal 28 Februari 2020," ujar Menlu Retno seperti dikutip dari keterangannya, Jumat (10/7).

Dia mengatakan, IA-CEPA tidak hanya mencakup perjanjian perdagangan barang, jasa dan investasi, tetapi juga kerja sama Pelatihan Pendidikan Vokasi (Vocational Education Training – VET), Pendidikan Tinggi, dan Sektor Kesehatan.

Dengan IA-CEPA, Indonesia akan memperoleh keuntungan di antaranya melalui peluang peningkatan ekspor Indonesia dengan dihilangkannya bea masuk impor Australia menjadi 0 persen.

"Ini akan menguntungkan ekspor Indonesia ke Australia seperti produk tekstil, produk otomotif, elektronik, produk perikanan dan peralatan komunikasi," jelasnya.

Menurutnya, IA-CEPA juga menciptakan iklim yang kondusif untuk peningkatan investasi Australia di Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan tinggi. Di samping itu juga terdapat potensi peningkatan GDP Indonesia sebesar 0.23 persen atau penambahan sebesar AUD 1.65 miliar per tahun.

"Seluruh perkembangan ini diharapkan dapat berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
4 Tujuan Kerjasama Internasional Beserta Manfaat dan Prinsipnya
Mengenal Chunchun Meares, Putra Asli Ponorogo Jadi Anggota AL di Amerika Serikat
Dubes Jepang Temui Menko Polhukam Bahas Kerja Sama Anti-Teror
Pengusaha Indonesia dan Thailand Kumpul Bahas Kerja Sama Rp1 Triliun
3 Tahun Teliti Kelola Banjir, Indonesia-Inggris Gelontorkan Rp 31 Miliar
ANRI dan PMLI jalin kerja sama bidang kearsipan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami