Kena Potongan Bunga, Utang Merpati Airlines Turun Menjadi Rp6 Triliun

UANG | 16 Oktober 2019 18:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha menyampaikan, belitan utang yang saat ini ditanggung telah berkurang dari sekitar Rp10,95 triliun menjadi Rp6 triliun. Sebab, pihak pengadilan telah menghapuskan bunga utang sebesar Rp4,4 triliun.

"Posisi utang kita sekitar Rp6 triliun. Pengadilan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) berhasil menghapuskan bunga. Itu sendiri Rp4.4 triliun," ujar Asep di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10).

Sebagai informasi, Merpati mulai berhenti beroperasi pada 1 Februari 2014 lantaran didera masalah utang dan keuangan. Pada November 2018, Merpati kemudian berdamai dengan para krediturnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya lantas mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan Merpati. Saat itu, utang beserta bunga yang harus ditanggung maskapai mencapai Rp10,95 triliun.

Utang tersebut terdiri dari tagihan utang prioritas Rp1,09 triliun. Lalu tagihan utang konkuren atau tanpa jaminan sebesar Rp5,99 triliun. Sedangkan tagihan beberapa pihak mencapai Rp3,87 triliun.

Asep menjelaskan, nominal utang yang telah dikurangi bunga tersebut masih belum menyentuh perhitungan lainnya. Sehingga, dia optimis keuangan Merpati ke depan dapat semakin baik.

"Itu belum menyentuh bisnis, belum menyentuh structuring komposisi saham pasca homologasi. Kalau episode itu tersentuh, Insya Allah buku (keuangan) Merpati makin baik lagi," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Garuda Indonesia Pinjamkan 8 Pesawat ke Merpati guna Jalankan Bisnis Kargo
10 BUMN Sinergi Bangkitkan Bisnis Merpati
Belum Raih Izin Menteri Rini, Merpati Airlines Batal Terbang Tahun ini
Maskapai-Maskapai Penerbangan yang Hampir Bangkrut Lalu Sukses Bangkit Lagi
Merpati Airlines Berencana Gunakan Pesawat Rusia Layani Penerbangan Indonesia Timur
Kembali Terbang, Merpati Airlines Siapkan Lebih Dari 10 Pesawat

(mdk/azz)