Kenaikan suku bunga The Fed bikin surat utang korporasi turun

UANG | 18 Juli 2018 14:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur PT Penilaian Harga Efek Indonesia (IBPA) Wahyu Trenggono mengatakan, kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika (The FED) berdampak pada minat obligasi korporasi. Meski terjadi penurunan, appetite obligasi korporasi masih terjaga.

"Kenaikan suku bunga ini tak bisa dicegah, karena ini situasi global. Tapi ini balik lagi bergantung pada kebutuhan korporasi. Kalau mereka masih butuh, ada peluang investasi, pasti mereka tetap terbitkan obligasi," tuturnya di Gedung BEI, Rabu (18/7).

Selain untuk peluang investasi, obligasi tersebut dapat digunakan pengusaha untuk menutup utang yang telah jatuh tempo. "Atau misalnya ada utang yang jatuh tempo. Mereka mikirnya daripada pakai uang sendiri, mending mereka pinjam kan, jadi tetap obligasi korporasi ini dibutuhkan," kata dia.

Sebagai informasi, BEI mencatatkan total emisi Obligasi dan Sukuk secara year-to-date hingga 12 Juli 2018 adalah 60 Emisi dari 41 Emiten senilai Rp 71,44 Triliun. Hal ini turun sebesar Rp 13,46 triliun pada periode yang sama 2017 dimana dilansir dari data OJK total emisi obligasi dan sukuk korporasi mencapai Rp 84,9 triliun.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com


Antisipasi kebijakan The Fed, Kadin proyeksi suku bunga acuan BI lewati 5 persen
LPS prediksi BI kembali naikkan suku bunga acuan menyesuaikan kebijakan The Fed
Pemerintah percaya BI mampu antisipasi dampak kenaikan suku bunga The Fed
Amerika bakal naikkan suku bunga 4 kali tahun ini, BI siap-siap cari 'selimut'
Ekonom prediksi Bank Indonesia kembali naikkan suku bunga acuan 25 basis poin

(mdk/azz)