Kepada OJK, Wapres Ma'ruf Amin Minta Bank Muamalat Tidak Ditutup

UANG | 20 November 2019 16:56 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, meminta otoritas jasa keuangan (OJK) tidak menjadikan penutupan atau likuidasi sebagai solusi masalah Bank Muamalat. Wapres Ma'ruf meminta Bank Muamalat diperkuat dengan mendatangkan investor.

"Ya kita serahkan pada OJK sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk menyelesaikan masalah bank muamalat dan menggandeng investor yang laik dan pantas," kata Wapres Ma'ruf di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (20/11).

Namun, dia menyerahkan segala keputusan pada OJK sebagai institusi yang berwenang. "Karena kalau tutup kan gampang, tidak usah pake a i u e o langsung tutup. Secara brand (Bank Muamalat) sudah sangat kuat, karena itu penting untuk dikuatkan, dan jangan dibiarkan menjadi mati," ungkap Wapres Ma'ruf.

Seperti dikabarkan, knerja PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, tak kunjung membaik. Bahkan berdasarkan laporan keuangan teranyar, kuartal II-2019, laba bank anjlok dengan diikuti kualitas aset yang kembali memburuk.

Laba bersih setelah pajak bank per Juni 2019 merosot 95,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp5,1 miliar. Pendapatan Bank Muamalat setelah distribusi bagi hasil yang merosot 68,1 persen yoy menjadi satu penyebabnya.

1 dari 1 halaman

Wapres Ma'ruf Pastikan Tak Ada Perintah BUMN Selamatkan Bank Muamalat

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, memastikan tidak ada permintaan dari pemerintah kepada bank badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyelamatkan Bank Muamalat. Jika bank pelat merah ingin menyuntikkan dana segar, lanjutnya, itu murni keputusan manajemen bank tersebut.

"Oh tidak, tidak intervensi, bukan intervensi. Kalau BUMN mau masuk itu bersifat aturan sistem keuangan saja. Jadi tidak ada kemudian pemerintah: oh kamu. Oh tidak ada. Jadi pendekatannya upaya bisnis saja," ujar wapres di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Wapres Ma'ruf, pemerintah senantiasa memperhatikan dan memperkuat stabilitas dan penguatan lembaga keuangan. Termasuk salah satunya Bank Muamalat.

"Pemerintah mendorong supaya ada penguatan melalui sistem dan cara-cara yang benar. Melalui prosesnya itu proses yang biasa. Bagaimana penguatan lembaga keuangan atau perbankan berjalan sesuai aturan-aturan yang berlaku. Semua itu hanya mendorong."

Sebelumnya, beredar kabar adanya upaya penyehatan Bank Muamalat oleh tiga bank BUMN. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

(mdk/bim)

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Pastikan Tak Ada Perintah BUMN Selamatkan Bank Muamalat
Bank Muamalat dan Islamic Development Bank Temui Wapres Maruf, Bahas Apa?
Fokus Incar Nasabah Ritel, Bank Muamalat Siap Right Issue Semester II 2019
OJK Syaratkan Calon Investor Bisa Buat Bank Muamalat Bersaing Dengan Konvensional
Bank Muamalat berencana terbitkan obligasi subordinasi
Pemegang saham setujui Ilham Habibie kuasai Bank Muamalat
Bank Muamalat liburkan penagihan cicilan kredit nasabah di Sulawesi Tengah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.